<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sastra dan Budaya &#8211; Storintt</title>
	<atom:link href="https://www.storintt.id/sastra-dan-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<description>Dari NTT Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 06:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.storintt.id/wp-content/uploads/2026/01/cropped-20260107_133519-32x32.png</url>
	<title>Sastra dan Budaya &#8211; Storintt</title>
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235295817</site>	<item>
		<title>Sebelum Pasola Lamboya Ricuh, Para &#8220;Rato&#8221; Sudah Minta Berhentikan, Kades Harona Kalla: Kami Minta Maaf</title>
		<link>https://www.storintt.id/sebelum-pasola-lamboya-ricuh-para-rato-sudah-minta-berhentikan-kades-harona-kalla-kami-minta-maaf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 06:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Harona Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola Kodi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola Lamboya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4805</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Pemandangan tak elok disaksikan ribuan penonton dalam ritual pasola di Lapangan Homba Kalla, Lamboya, Sumba Barat, Selasa(10/02/2026) pagi tadi. Bagaimana tidak, pertunjukan yang semestinya membawa pengalaman baru bagi wisatawan, malah meninggalkan kesan buruk. Polisi yang turut menyaksikan atraksi para kasatria berkuda itu pun harus melepas tembakan gas air mata. Kendati memantik perhatian publik, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Pemandangan tak elok disaksikan ribuan penonton dalam ritual pasola di Lapangan Homba Kalla, Lamboya, Sumba Barat, Selasa(10/02/2026) pagi tadi.</p>
<p>Bagaimana tidak, pertunjukan yang semestinya membawa pengalaman baru bagi wisatawan, malah meninggalkan kesan buruk. Polisi yang turut menyaksikan atraksi para kasatria berkuda itu pun harus melepas tembakan gas air mata.</p>
<p>Kendati memantik perhatian publik, ternyata sebelum ricuh, ritual pasola sudah mendapat pemberitahuan dari &#8220;rato&#8221; untuk segera berhentikan atraksi tersebut.</p>
<p>Dikonfirmasi, Kepala Desa Harona Kalla, Oktavianus Taba Kadi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku belum mengetahui pemicu kericuhan tersebut.</p>
<p>Namun demikian, Oktavianus menjelaskan, kericuhan terjadi setelah para &#8220;rato&#8221; menyampaikan pemberitahuan untuk segera memberhentikan atraksi tersebut.</p>
<p>Setelah menyampaikan pesan itu, para &#8220;rato&#8221; tersebut meninggalkan lapangan Homba Kalla. Sayangnya, para penunggang kuda yang sedang melakukan atraksi tidak mengindahkan permintaan itu. Dampaknya, kericuhan pun terjadi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasola Lamboya Sumba Barat Berlangsung Ricuh, Wisatawan Kecewa</title>
		<link>https://www.storintt.id/pasola-lamboya-sumba-barat-berlangsung-ricuh-wisatawan-kecewa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 05:20:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Harona Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Homba Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola Kodi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasola Lamboya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4802</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Pasola di lapangan Homba Kalla, Lamboya, Sumba Barat berlangsung ricuh, Selasa(10/02/2026). Kericuhan itu terjadi setelah kurang lebih 30 menit atraksi tersebut dilangsungkan. Kericuhan sempat teratasi dan atraksi tersebut kembali dilanjutkan. Sayangnya, kericuhan kembali terjadi untuk kedua kalinya. Belum diketahui pemicu kericuhan tersebut. Dengan kejadian itu pun memaksa pihak kepolisian untuk melepaskan gas air [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Pasola di lapangan Homba Kalla, Lamboya, Sumba Barat berlangsung ricuh, Selasa(10/02/2026). Kericuhan itu terjadi setelah kurang lebih 30 menit atraksi tersebut dilangsungkan.</p>
<p>Kericuhan sempat teratasi dan atraksi tersebut kembali dilanjutkan. Sayangnya, kericuhan kembali terjadi untuk kedua kalinya. Belum diketahui pemicu kericuhan tersebut.</p>
<p>Dengan kejadian itu pun memaksa pihak kepolisian untuk melepaskan gas air mata dalam membubarkan ratusan masyarakat yang penuhi lapangan hingga atrakasi tersebut diberhentikan.</p>
<p>Dampaknya, wisatawan yang berasal dari berbagai wilayah mengaku kecewa atas pertunjukan budaya yang meninggalkan kesan buruk. Apalagi, pertunjukan itu belum berlangsung lama.</p>
<p>Seperti yang dikeluhkan oleh seorang wisatan, Arnol Wungo yang sudah merelakan waktu untuk menyaksikan atraski pasola di Lapangan Homba Kall, Kecamatan Lamboya itu.</p>
<p>Arnol mengaku kecewa atas pertunjukan yang seharusnya memberikan pesan budaya itu, justru berlangsung ricuh.</p>
<p>Arnol bahkan menyebut dirinya sudah mendatangi wilayah sejak malam tadi hanya untuk menyaksikan atraksi pasola yang dilakukan setahun sekali.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahap-Tahap Dalam Perkawinan Adat Sumba yang Perlu Kamu Tahu</title>
		<link>https://www.storintt.id/tahap-tahap-dalam-perkawinan-adat-sumba-yang-perlu-kamu-tahu/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/tahap-tahap-dalam-perkawinan-adat-sumba-yang-perlu-kamu-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 02:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[adat wewewa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sumba]]></category>
		<category><![CDATA[dekke mawinne]]></category>
		<category><![CDATA[Perkawinan sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pinang perempuan sumba]]></category>
		<category><![CDATA[pindah adat]]></category>
		<category><![CDATA[wewewa barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=799</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Deke Mawine (ambil perempuan) berasal dari dua kata, yaitu Deke yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia ambil dan Mawinne yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia perempuan. Deke Mawinne bagi masyarakat Sumba merupakan serangkaian acara adat yang harus dilalui oleh setiap orang yang hendak berumah tangga. Hal ini masih dialakukan oleh masyarakat Sumba sampai sekarang. Secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Deke Mawine (ambil perempuan) berasal dari dua kata, yaitu Deke yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia ambil dan Mawinne yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia perempuan.</p>
<p>Deke Mawinne bagi masyarakat Sumba merupakan serangkaian acara adat yang harus dilalui oleh setiap orang yang hendak berumah tangga. Hal ini masih dialakukan oleh masyarakat Sumba sampai sekarang.</p>
<p>Secara harafiah, Deke Mawine (ambil perempuan), merupakan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Sumba untuk meminang calon istrinya atau sebagai istrinya untuk hidup bersama dalam satu keluarga yang rukun dan harmonis.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan kebiasaan atau warisan dari leluhur masyarakat Sumba khususnya di Desa Kabali Dana.</p>
<p>Perkawinan adat Deke Mawinne mempunyai tahap-tahap atau proses yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. Tahap-tahap itu akan menggunakan simbol-simbol yang sedikit berbeda.</p>
<p>Deke Mawinne dilakukan dengan cara pembelisan terhadap keluarga perempuan. Pembelisan dalam perkawinan adat ini, bisa juga menggunakan uang sesuai keadaan dan kesepakatan kedua bela pihak keluarga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/tahap-tahap-dalam-perkawinan-adat-sumba-yang-perlu-kamu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Cara Orang Sumba Bersepakat Dengan Alam </title>
		<link>https://www.storintt.id/cerita-cara-orang-sumba-bersepakat-dengan-alam/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/cerita-cara-orang-sumba-bersepakat-dengan-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 09:16:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bersepakat dengan alam]]></category>
		<category><![CDATA[budaya ntt]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sumba]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen sumba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=350</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Banyak nama tempat di pulau sumba yang diawali dengan kata air. Ambil contoh, kempat nama ibukota kabupaten di Pulau Sumba di awali dengan nama air (wai/wee)? Sumba Timur dengan Waingapu, Sumba Tengah dengan Waibakul, Sumba Barat dengan Waikabubak, Sumba Barat Daya dengan Weetebula (kini Tambolaka). Sejak dulu kala, nenek moyang Orang Humba sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Banyak nama tempat di pulau sumba yang diawali dengan kata air. Ambil contoh, kempat nama ibukota kabupaten di Pulau Sumba di awali dengan nama air (wai/wee)? Sumba Timur dengan Waingapu, Sumba Tengah dengan Waibakul, Sumba Barat dengan Waikabubak, Sumba Barat Daya dengan Weetebula (kini Tambolaka).</p>
<p>Sejak dulu kala, nenek moyang Orang Humba sangat menghormati sang pencipta dan alam semesta. Mereka melakukakan persembahyangan di pusat-pusat sumber air. Dalam bahasa Humba Kambera disebut Kalarat Wai; atau Pa Erri Wee dalam bahasa Humba Wewewa.</p>
<p>Kalarat Wai atau Pa Erri Wee merupakan aktivitas religius aliran kepercayaan Marapu. Hingga kini, aktivitas tersebut masih sering dilakukan oleh orang-orang tua di kampung yang masih beraliran kepercayaan Marapu.</p>
<p>Aktivitas ini selain merupakan ibadah ucapan syukur juga sekaligus ibadah permohonan kepada pencipta agar senantiasa melimpahkan karunia air buat orang Humba.</p>
<p>Tidak boleh ada aktivitas manusia dalam hal pengrusakan, khususnya di kawasan-kawasan mata air tempat persembahyangan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/cerita-cara-orang-sumba-bersepakat-dengan-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Legenda Watu Maladong di Sumba Barat Daya NTT</title>
		<link>https://www.storintt.id/legenda-watu-maladong-di-sumba-barat-daya-ntt/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/legenda-watu-maladong-di-sumba-barat-daya-ntt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2024 05:50:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat NTT]]></category>
		<category><![CDATA[cerita rakyat sumba]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda watu maladong]]></category>
		<category><![CDATA[pantai wayu maladong]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=343</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Pulau Sumba merupakan salah satu pulau kecil yang menyimpan sejuta kekayaan alam serta memiliki berbagai cerita legenda. Tak hanya soal budaya dan padang sabananya yang eksotik, namun deretan destinasi wisata yang menggoda juga mampu memantik wisatawan untuk terus mengunjunginya. Beberapa destinasi wisata pantai di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Pulau Sumba merupakan salah satu pulau kecil yang menyimpan sejuta kekayaan alam serta memiliki berbagai cerita legenda.</p>
<p>Tak hanya soal budaya dan padang sabananya yang eksotik, namun deretan destinasi wisata yang menggoda juga mampu memantik wisatawan untuk terus mengunjunginya.</p>
<p>Beberapa destinasi wisata pantai di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya sudah sering menjadi tempat pilihan wisatawan dalam melepas penat.</p>
<p>Tentunya keunikan alam yang tersembunyi di bumi marapu ini akan membuat rasa penarasan banyak orang untuk mendatanginya.</p>
<p>Namun demikian, siapa menyangka, dibalik keindahan alam yang sering juluki sebagai surga bumi tersembunyi ini memiliki beragam cerita ataupun legenda.</p>
<p>Asal Muasal beberapa destinasi wisata itu diyakini beberapa masyarakat lokal sebagai kisah yang selalu dikenang dan tersirat makna.</p>
<p>Walaupun demikian, beberapa wisata alam yang konon katanya memiliki kisah yang horor maupun mengisahkan kehidupan leluhur zaman dulu kala, tetap saja ramai dikunjungi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/legenda-watu-maladong-di-sumba-barat-daya-ntt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">343</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
