<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Raba Ege &#8211; Storintt</title>
	<atom:link href="https://www.storintt.id/tag/desa-raba-ege/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<description>Dari NTT Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2026 03:02:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.storintt.id/wp-content/uploads/2026/01/cropped-20260107_133519-32x32.png</url>
	<title>Desa Raba Ege &#8211; Storintt</title>
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235295817</site>	<item>
		<title>Orangtua Siswa SDN Wanno Talla Yang Sempat Viral Terima Bansos PKH Tahap I 2026</title>
		<link>https://www.storintt.id/orangtua-siswa-sdn-wanno-talla-yang-sempat-viral-terima-bansos-pkh-tahap-i-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 03:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Bansos PKH]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Raba Ege]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Wanno Talla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5155</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Berbagai upaya pendampingan dilakukan oleh tim PKH Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya dalam memastikan orangtua siswa SDN Wanno Talla Firjun Saputra Tanggu alias Jun sebagai penerima bantuan sosial berupa PKH pada tahun 2026. Sebelumnya, sejak tahun 2024, orangtua Jun sudah menerima bansos PKH, namun demikian, pada akhir tahun 2025, harus batal menerima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Berbagai upaya pendampingan dilakukan oleh tim PKH Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya dalam memastikan orangtua siswa SDN Wanno Talla Firjun Saputra Tanggu alias Jun sebagai penerima bantuan sosial berupa PKH pada tahun 2026.</p>
<p>Sebelumnya, sejak tahun 2024, orangtua Jun sudah menerima bansos PKH, namun demikian, pada akhir tahun 2025, harus batal menerima karena memiliki Kartu Keluarga(KK) yang ganda.</p>
<p>Diketahui, Jun merupakan anak dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.</p>
<p>Terdatanya orangtua Jun sebagai penerima manfaat tidak terlepas dari komitmen tim PKH yang terus mendampingi dalam memperbaiki data kependudukan(Kartu Keluarga) yang sebelumnya disebut ganda.</p>
<p>&#8220;Awalnya data suaminya itu ganda, sehingga pada bulan Oktober, November, Desember 2025 saat itu dapatnya bantuan BLT Kesra. Tapi sekarang nama istrinya sudah terdata sebagai penerima PKH, kemarin Tahap I sudah terima PKH,&#8221; kata Koordinator PKH Kecamatan Wewewa Barat, Delsiana Ngongo, Kamis(26/03/2026).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Orangtua Siswa SDN Wanno Talla Tidak Terima PKH Selama ini Karena Kartu Keluarga Ganda, Tahap I 2026 Dalam Proses Burekol</title>
		<link>https://www.storintt.id/orangtua-siswa-sdn-wanno-talla-tidak-terima-pkh-selama-ini-karena-kartu-keluarga-ganda-tahap-i-2026-dalam-proses-burekol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 02:44:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Dana PIP]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Raba Ege]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Wanno Talla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4852</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Orangtua siswa SDN Wanno Talla, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Firjun Saputra Tanggu alias Jun tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan(PKH) selama ini karena mempunyai 2 Kartu Keluarga atau ganda. Jun merupakan anak kedua dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate yang belakangan ini viral karena menggunakan sobek ke sekolah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Orangtua siswa SDN Wanno Talla, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Firjun Saputra Tanggu alias Jun tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan(PKH) selama ini karena mempunyai 2 Kartu Keluarga atau ganda.</p>
<p>Jun merupakan anak kedua dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate yang belakangan ini viral karena menggunakan sobek ke sekolah. Viralnya Jun ternyata memantik banyak pihak untuk menyalurkan bantuan kebutuhan sekolah.</p>
<p>Dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, banyak pihak yang pertanyakan soal bantuan yang disalurkan oleh pemerintah desa terhadap warganya yang tidak mampu. Termasuk bantuan PIP dari Pemerintah Pusat.</p>
<p>Dikonfirmasi beberapa hari lalu, Kepala Desa Raba Ege, Samuel Ngongo Lede membenarkan bahwa orangtua Jun hanya menerima bantuan Kesra pada akhir 2025. Sedangkan, bantuan seperti rumah layak huni, meteran gratis, PKH dan lain-lain tidak pernah didapatkan.</p>
<p>Sementara itu, ditemui terpisah, pendamping PKH Desa Raba Ege, Delsiana Ngongo menjelaskan, awalnya, dirinya sebagai pendamping PKH di Desa Raba Ege sudah meminta ibu Debora Milla Ate untuk mengirimkan KTP dan kartu keluarga.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4852</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Soal Orangtua Siswa SDN Wanno Talla yang Tidak Pernah Terima PKH, Kades Raba Ege Lempar &#8220;Bola Panas&#8221; di Pendamping PKH</title>
		<link>https://www.storintt.id/soal-orangtua-siswa-sdn-wanno-talla-yang-tidak-pernah-terima-pkh-kades-raba-ege-lempar-bola-panas-di-pendamping-pkh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 07:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Raba Ege]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Wanno Talla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4849</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Kepala Desa Raba Ege, Samuel Ngongo Lede menyebut pemerintah desa tidak punya kewenangan dalam mengurus masyarakat yang hendak memenuhi syarat dalam menerima bantuan Program Keluarga Harapan(PKH). Samuel mengatakan, pendataan masyarakat yang hendak menerima program bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga miskin itu disebutnya kewenangan pendamping PKH. Menurutnya, sistim pendataan dan kategori keluarga miskin itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Kepala Desa Raba Ege, Samuel Ngongo Lede menyebut pemerintah desa tidak punya kewenangan dalam mengurus masyarakat yang hendak memenuhi syarat dalam menerima bantuan Program Keluarga Harapan(PKH).</p>
<p>Samuel mengatakan, pendataan masyarakat yang hendak menerima program bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga miskin itu disebutnya kewenangan pendamping PKH.</p>
<p>Menurutnya, sistim pendataan dan kategori keluarga miskin itu hanya diketahui oleh pendamping PKH.</p>
<p>Ia mencontohkan, beberapa istilah dalam menetapkan salah satu keluarga untuk bisa disebut layak mendapat PKH. Misalnya, kata Samuel, ada istilah desil 1, 2, 3, 4 dan 5. Jika keluarga yang bersangkutan dinyatakan berada pada desil 6 &#8211; 10, maka tidak bisa menerima PKH.</p>
<p>Dengan sistim itu, masih kata Samuel, menjadi kendala pemerintah desa dalam mengusulkan keluarga yang benar-benar layak menerima bantuan PKH. Apalagi, bukan mereka yang melakukan pendataan.</p>
<p>&#8220;Betul dia(orangtua Jun) tidak dapat. Inikan yang data pendamping PKH, kami tidak data dan data itu di pendamping PKH,&#8221; kata Samuel, Senin(16/02/2026) ketika ditemui dikediamannya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4849</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jun, Siswa SDN Wanno Talla di Desa Raba Ege Yang Viral Tidak Terima Bantuan PIP, Orangtua Tidak Terima PKH</title>
		<link>https://www.storintt.id/jun-siswa-sdn-wanno-talla-di-desa-raba-ege-yang-viral-tidak-terima-bantuan-pip-orangtua-tidak-terima-pkh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 01:45:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Raba Ege]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Wanno Talla]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu sobek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4846</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Siswa kelas IV SDN Wanno Talla, Firjun Saputra Tanggu alias Jun tidak menerima bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) meski berasal dari keluarga yang berkategori tidak mampu. Jun merupakan anak dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Siswa kelas IV SDN Wanno Talla, Firjun Saputra Tanggu alias Jun tidak menerima bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) meski berasal dari keluarga yang berkategori tidak mampu.</p>
<p>Jun merupakan anak dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.</p>
<p>Jun yang saat ini berada di bangku kelas IV SDN Wanno Talla tidak pernah mendapatkan bantuan PIP. Bukan hanya Jun, kakaknya yang juga kelas V mengalami hal yang sama.</p>
<p>Selama ini, orangtua Jun hanya menjual hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan sekolah. Debora mengaku bahwa dirinya bersama suami hanya bisa menjual cabai, kelapa dan pinang.</p>
<p>Dengan pendapatan itu, Debora mengaku kesulitan dalam membeli kebutuhan sekolah kedua anaknya. Sehingga, tak heran, jika Jun harus menggunakan sepatu yang sudah sobek ketika ke sekolah.</p>
<p>&#8220;Kami ada 3 orang anak, yang pertama kelas V SD, Jun kelas IV SD, yang ketiga belum sekolah. Selama ini kedua anak saya tidak mendapatkan bantuan PIP. Untuk memenuhi kebutuhan saya dan suami jual kelapa, lombok, pinang,&#8221; kata Debora, Senin, (16/02/2026).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4846</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Viral Karena Sepatu Sobek, Bantuan Untuk Siswa SDN Wanno Talla Diserahkan</title>
		<link>https://www.storintt.id/viral-karena-sepatu-sobek-bantuan-untuk-siswa-sdn-wanno-talla-diserahkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 13:23:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Raba Ege]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Wanno Talla]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu sobek]]></category>
		<category><![CDATA[tik tok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=4843</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Pasca viral di tik tok beberapa hari lalu karena menggunakan sepatu yang usang dan sobek, siswa kelas IV SDN Wanno Talla, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Firjun Saputra Tanggu alias Jun kini mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Bantuan sukarela tersebut disalurkan oleh pengguna media sosial ketika melihat Firjun menggunakan sepatu sobek di sekolah. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Pasca viral di tik tok beberapa hari lalu karena menggunakan sepatu yang usang dan sobek, siswa kelas IV SDN Wanno Talla, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Firjun Saputra Tanggu alias Jun kini mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.</p>
<p>Bantuan sukarela tersebut disalurkan oleh pengguna media sosial ketika melihat Firjun menggunakan sepatu sobek di sekolah. Sayangnya, belum ada perhatian khusus dari Pemerintah Desa Raba Ege dalam menyikapi keadaan orangtua Firjun, meski telah viral.</p>
<p>Diketahui, sejumlah bantuan berupa uang dikirimkan melalui rekening seorang guru SDN Wanno Talla, Karolina Ngongo yang juga mengunggah video pendek dalam memperlihatkan kondisi sepatu yang digunakan oleh Firjun atau Jun.</p>
<p>Karolina tak menyangka bahwa video pendek yang diunggah melalui akun tik toknya itu akan viral hingga mendapat perhatian dari berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka itu video akan viral dan mendapat perhatian dari pengguna akun tik tok. Ini murni saya ibah melihat kondisi adik Jun yang pakai sepatu yang sudah robek. Ternyata banyak orang yang mau membantu adik Jun,&#8221; kata Karolina, Senin(16/02/2026) sebelum menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah Jun.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4843</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
