<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komisi II DPR RI &#8211; Storintt</title>
	<atom:link href="https://www.storintt.id/tag/komisi-ii-dpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<description>Dari NTT Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 03:02:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.storintt.id/wp-content/uploads/2026/01/cropped-20260107_133519-32x32.png</url>
	<title>Komisi II DPR RI &#8211; Storintt</title>
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235295817</site>	<item>
		<title>FGD Bersama Komisi II DPR RI, Wamen Ossy: RUU Administrasi Pertanahan untuk Wujudkan Sistem Pertanahan yang Lebih Baik</title>
		<link>https://www.storintt.id/fgd-bersama-komisi-ii-dpr-ri-wamen-ossy-ruu-administrasi-pertanahan-untuk-wujudkan-sistem-pertanahan-yang-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 03:01:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi II DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri ATR BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen ossy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5784</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kebijakan Pertanahan dalam rangka penguatan materi dan substansi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Senin (06/07/2026). Forum ini menghadirkan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai mitra strategis dalam proses legislasi untuk memberikan masukan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Kebijakan Pertanahan dalam rangka penguatan materi dan substansi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan pada Senin (06/07/2026).</p>
<p>Forum ini menghadirkan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai mitra strategis dalam proses legislasi untuk memberikan masukan, pandangan, serta penguatan terhadap substansi yang diatur dalam RUU tersebut.</p>
<p>“FGD ini memiliki arti yang sangat penting dan tentunya RUU tentang Administrasi Pertanahan ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan bahwa sistem administrasi pertanahan Indonesia akan semakin baik di masa kini dan masa depan,” ujar Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.</p>
<p>Dari pihak internal, forum ini diikuti oleh seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Sementara dari pihak Komisi II DPR RI, hadir langsung Ketua dan Wakil Ketua, beserta Anggota Komisi II DPR RI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5784</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komisi II DPR RI Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan Oleh Pemerintah Daerah</title>
		<link>https://www.storintt.id/komisi-ii-dpr-ri-tegaskan-pppk-dan-pppk-paruh-waktu-tidak-boleh-diberhentikan-oleh-pemerintah-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 07:17:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenpanrb]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi II DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[mendagri]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5624</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri PANRB mengambil keputusan untuk memperhatikan nasib tenaga PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang belakangan ini menjadi sorotan karena keterbatasan keuangan daerah. Komisi II DPR RI menegaskan bahwa PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang telah diangkat melalui kebijakan penataan tenaga non-ASN tidak boleh diberhentikan akibat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri PANRB mengambil keputusan untuk memperhatikan nasib tenaga PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang belakangan ini menjadi sorotan karena keterbatasan keuangan daerah.</p>
<p>Komisi II DPR RI menegaskan bahwa PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang telah diangkat melalui kebijakan penataan tenaga non-ASN tidak boleh diberhentikan akibat keterbatasan fiskal daerah maupun penerapan ketentuan batas maksimal 30 persen belanja pegawai daerah.</p>
<p>Selain itu, Komisi II DPR RI mendorong Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB berkoordinasi dengan Kementerian terkait agar sumber pembiayaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu daerah, terutama Tenaga Kesehatan, Guru dan Tenaga Kependidikan dibiayai dari APBN.</p>
<p>Hal itu diputuskan dalam kesimpulan RDP, Raker, dan RDPU Komisi II DPR RI bersama Mendagri dan MenPARB terkait permasalahan PPPK dan honorer, Senin(08/06/2026).</p>
<p>Dalam rapat bersama pemerintah, Komisi II DPR RI juga mendukung kesepakatan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB dan Kementerian Keuangan untuk menerapkan masa transisi dalam pelaksanaan ketentuan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang HKPD diatur melalui Undang-Undang APBN.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5624</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
