<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lorentz &#8211; Storintt</title>
	<atom:link href="https://www.storintt.id/tag/lorentz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<description>Dari NTT Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 14:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.storintt.id/wp-content/uploads/2026/01/cropped-20260107_133519-32x32.png</url>
	<title>Lorentz &#8211; Storintt</title>
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235295817</site>	<item>
		<title>Petani Batal Cairkan Rp135 Juta Karena Tidak Penuhi Kepentingan Dinas Pertanian SBD: Mereka bodohi kami</title>
		<link>https://www.storintt.id/petani-batal-cairkan-rp135-juta-karena-tidak-penuhi-kepentingan-dinas-pertanian-sbd-mereka-bodohi-kami/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/petani-batal-cairkan-rp135-juta-karena-tidak-penuhi-kepentingan-dinas-pertanian-sbd-mereka-bodohi-kami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 14:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Groundvos]]></category>
		<category><![CDATA[Lorentz]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur bor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=3139</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Dinas Pertanian Sumba Barat Daya lagi-lagi disebut hanya mau mencari kesalahan petani dalam pekerjaan sumur bor lantaran tidak memesan barang melalui pihak ketiga yang mereka tunjuk demi memenuhi kepentingan mereka. Pihak dinas memaksa kelompok untuk memesan barang melalui Lorentz meskipun barang yang sudah dipesan petani sudah memiliki kualitas yang lebih. Apalagi, dalam pekerjaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Dinas Pertanian Sumba Barat Daya lagi-lagi disebut hanya mau mencari kesalahan petani dalam pekerjaan sumur bor lantaran tidak memesan barang melalui pihak ketiga yang mereka tunjuk demi memenuhi kepentingan mereka.</p>
<p>Pihak dinas memaksa kelompok untuk memesan barang melalui Lorentz meskipun barang yang sudah dipesan petani sudah memiliki kualitas yang lebih.</p>
<p>Apalagi, dalam pekerjaan ini menggunakan sistem swakelola. Artinya, dinas tidak bisa melalukan tindakan intervensi demi memenuhi kepentingan mereka.</p>
<p>Alih-alih tidak menggunakan Lorentz, petani harus menerima resiko untuk tidak bisa mencairkan tahap I dengan total anggaran Rp135 juta.</p>
<p>Padahal, ketika melakukan monitoring di kelompok, pihak Dinas Pertanian SBD sempat akui bahwa barang yang dipesan oleh petani sudah bagus. Apalagi, air sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Mereka pernah turun, dorang bilang sudah pas, WPnya sudah, pokoknya semua sudah beres, tinggal usaha ganti tiang, segera pasang pagar, dan penangkis petir. Mereka sudah akui bilang barang sudah bagus. Dorang suruh ganti pipa saya sudah ganti lagi,&#8221; kata Ketua Kelompok Tani Mbeinya Moripa di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Yohanes Loghe Bombo.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/petani-batal-cairkan-rp135-juta-karena-tidak-penuhi-kepentingan-dinas-pertanian-sbd-mereka-bodohi-kami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Memaksa Pakai Lorentz: Tugas mereka itu mengawasi, ini swakelola</title>
		<link>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-memaksa-pakai-lorentz-tugas-mereka-itu-mengawasi-ini-sewakelola/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-memaksa-pakai-lorentz-tugas-mereka-itu-mengawasi-ini-sewakelola/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 11:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Lorentz]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur bor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=3117</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Petani di Sumba Barat Daya meminta supaya Dinas Pertanian jangan manfaatkan SDM kelompok yang minim untuk dijebak dalam permainan mereka. Sebab, Dinas Pertanian SBD terkesan menyudutkan kelompok dalam pekerjaan sumur bor yang dinilai oleh mereka sedang bermasalah. Anehnya, Dinas Pertanian SBD menarik kesimpulan bahwa 5 unit sumur bor dari 33 unit yang sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Petani di Sumba Barat Daya meminta supaya Dinas Pertanian jangan manfaatkan SDM kelompok yang minim untuk dijebak dalam permainan mereka.</p>
<p>Sebab, Dinas Pertanian SBD terkesan menyudutkan kelompok dalam pekerjaan sumur bor yang dinilai oleh mereka sedang bermasalah.</p>
<p>Anehnya, Dinas Pertanian SBD menarik kesimpulan bahwa 5 unit sumur bor dari 33 unit yang sedang bermasalah tanpa alasan yang kuat.</p>
<p>Padahal, beberapa kelompok yang dianggap masalah ini, ditemukan sudah memanfaatkan air hasil pengeboran pada tahap I.</p>
<p>Petani pun heran karena pekerjaan mereka yang sudah 100 persen malah dianggap bermasalah. Dampaknya, kelompok tidak diberikan rekomendasi pencairan tahap II.</p>
<p>Usut punya usut, rekomendasi tidak diberikan ternyata karena kelompok tidak menggunakan Lorentz sebagaimana yang menjadi keinginan Dinas Pertanian SBD.</p>
<p>Sejumlah kelompok tani yang dipaksa menggunakan Lorentz mengakui bahwa hingga awal bulan Mei tahun 2025 ini belum pernah bertemu pemilik merk Lorentz.</p>
<p>Padahal, dalam pekerjaan ini, Dinas Pertanian SBD hanya punya tugas mengawasi. Sebab, jika ada kendala, maka petani yang akan menjadi korban.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-memaksa-pakai-lorentz-tugas-mereka-itu-mengawasi-ini-sewakelola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3117</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Penipu Buntut Dari Bantuan Sumur Bor Sewakelola Hingga Sentil Lorentz</title>
		<link>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-penipu-buntut-dari-bantuan-sumur-bor-sewakelola-hingga-sentil-lorentz/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-penipu-buntut-dari-bantuan-sumur-bor-sewakelola-hingga-sentil-lorentz/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2025 12:58:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pertanian SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Groundvos]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani Mbinya Mopir]]></category>
		<category><![CDATA[Lorentz]]></category>
		<category><![CDATA[Sumur bor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=3103</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Petani di Kecamatan Kodi Utara menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sebagai penipu buntut dari bantuan sumur bor anggaran tahun 2024. Amarah petani semakin memuncak karena pencairan tahap II hingga pada awal bulan Mei tahun 2025, Dinas Pertanian SBD belum kunjung memberikan rekomendasi pencairan. Padahal, pekerjaan tahap I sudah tuntas dikerjakan 100 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Petani di Kecamatan Kodi Utara menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sebagai penipu buntut dari bantuan sumur bor anggaran tahun 2024.</p>
<p>Amarah petani semakin memuncak karena pencairan tahap II hingga pada awal bulan Mei tahun 2025, Dinas Pertanian SBD belum kunjung memberikan rekomendasi pencairan.</p>
<p>Padahal, pekerjaan tahap I sudah tuntas dikerjakan 100 persen. Dalam proses pekerjaan tahap I, sejumlah kelompok blak-balkan kalau pemilik mesin bor yang digunakan adalah intervensi dari Dinas Pertanian SBD.</p>
<p>Pekerjaan ini sendiri menggunakan sumber anggaran DAK tahun 2024 dengan sistem sewakelola dengan total anggaran Rp300 juta.</p>
<p>Meski sudah 100 persen pekerjaan pada tahap I diselesaikan, Dinas Pertanian SBD malah melakukan tindakan yang dinilai telah merugikan petani.</p>
<p>Bagaimana tidak, Dinas Pertanian SBD menahan rekomendasi pencairan tahap II bukan karena kendala mangkraknya pekerjaan pada tahap I, melainkan karena kelompok tani tidak menuruti permintaan dinas dalam menggunakan pihak ketiga yang ditunjuk oleh mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/petani-sebut-dinas-pertanian-sbd-penipu-buntut-dari-bantuan-sumur-bor-sewakelola-hingga-sentil-lorentz/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3103</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
