<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pembunuhan SBD &#8211; Storintt</title>
	<atom:link href="https://www.storintt.id/tag/pembunuhan-sbd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<description>Dari NTT Untuk Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 04:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.storintt.id/wp-content/uploads/2026/01/cropped-20260107_133519-32x32.png</url>
	<title>pembunuhan SBD &#8211; Storintt</title>
	<link>https://www.storintt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235295817</site>	<item>
		<title>Elisabet Bessu: Foto 4 Terduga Pelaku Pembunuhan Pernah Ditunjukan Anggota Polres SBD, 2 Orang Sudah Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.storintt.id/elisabet-bessu-foto-4-terduga-pelaku-pembunuhan-pernah-ditunjukan-anggota-polres-sbd-2-orang-sudah-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 04:13:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Weepangali]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5698</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Putri sulung korban pembunuhan diperbatasan Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka dan Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya, Elisabet Bessu membuat pengakuan yang mengejutkan ketika ditemui media ini seusai menyampaikan aspirasinya di Polres Sumba Barat Daya, Senin(15/06/2026). Elisabet yang sebelumnya bersujud di bawah lutut para aparat penegak hukum Polres Sumba Barat Daya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Putri sulung korban pembunuhan diperbatasan Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka dan Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya, Elisabet Bessu membuat pengakuan yang mengejutkan ketika ditemui media ini seusai menyampaikan aspirasinya di Polres Sumba Barat Daya, Senin(15/06/2026).</p>
<p>Elisabet yang sebelumnya bersujud di bawah lutut para aparat penegak hukum Polres Sumba Barat Daya untuk memohon keadilan, pelan-pelan mulai membuka segala bentuk proses penanganan pasca membuat laporan polisi di Polsek Wewewa Timur.</p>
<p>Tentunya, informasi ini diharapkan sebagai petunjuk tambahan bagi pihak Polres Sumba Barat Daya dalam mengungkap dalang dan para pelaku dalam kasus yang menyebabkan almarhum Gregorius Bessu meninggal secara misterius pada tahun 2024 silam.</p>
<p>&#8220;Hari ini kami sekeluarga dan saya anak sulung mewakili adik saya dan nenek saya datang di Polres Sumba Barat Daya untuk meminta keadilan, agar kasus pembunuhan terhadap bapak saya Goris Bessu yang sudah 2 tahun berlalu bisa diusut tuntas. Karena kerinduan hati kami keluarga, agar bisa menemukan dan menangkap pelaku dan siapa dalang dari semua ini,&#8221; kata Elisabet.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Janji Polres Sumba Barat Daya Dalam Mengungkap Kasus Pembunuhan di Perbatasan Desa Weepangali dan Desa Lombu: 2 Alat Bukti Pernah Diamankan</title>
		<link>https://www.storintt.id/janji-polres-sumba-barat-daya-dalam-mengungkap-kasus-pembunuhan-di-perbatasan-desa-weepangali-dan-desa-lombu-2-alat-bukti-pernah-diamankan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 01:19:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Weepangali]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5689</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Polres Sumba Barat Daya berkomitmen dalam membuka kembali penanganan kasus pembunuhan yang terjadi di perbatasan Desa Weepangali dan Desa Lombu pada 05 Juni 2024 silam. Untuk diketahui, kala itu kasus tersebut ditangani oleh Polsek Wewewa Timur di bawa pimpinan Ipda Lalu Rasta Wirawan. Saat melakukan olah KTP, pihaknya menemukan 2 alat bukti berupa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Polres Sumba Barat Daya berkomitmen dalam membuka kembali penanganan kasus pembunuhan yang terjadi di perbatasan Desa Weepangali dan Desa Lombu pada 05 Juni 2024 silam.</p>
<p>Untuk diketahui, kala itu kasus tersebut ditangani oleh Polsek Wewewa Timur di bawa pimpinan Ipda Lalu Rasta Wirawan. Saat melakukan olah KTP, pihaknya menemukan 2 alat bukti berupa 1 handphone milik korban dan jaket hitam yang diduga milik pelaku.</p>
<p>Sementara sebelum aksi pembunuhan itu teejadi, Ipda Lalu Rasta Wirawan menyebut kalau pihaknya menemukan pesan whatshap yang masuk di handphone korban yang menanyakan keberadaan korban tersebut.</p>
<p>Pesan itu masuk sekitar 03.30 pagi waktu setempat. Sedangkan, Gregorius Bessu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa oleh warga setempat sekitar 07.30 waktu setempat.</p>
<p><strong>Janji Polres Sumba Barat Daya Membongkar Kembali Kasus Tersebut</strong></p>
<p>Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthin Ardjon mengaku bahwa pihaknya juga memprihatinkan atas musibah yang ditimpah oleh keluarga korban. Bahkan, ia menyebut dirinya juga merasa kehilangan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Telapak Kaki Penegak Hukum di Sumba Barat Daya Jadi Tempat Permohonon Pencari Keadilan</title>
		<link>https://www.storintt.id/ketika-telapak-kaki-penegak-hukum-di-sumba-barat-daya-jadi-tempat-permohonon-pencari-keadilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 12:11:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Weepangali]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5685</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Pemandangan tidak biasa yang merobek nurani terlihat dalam suasana demo di depan gedung Polres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Senin(15/06/2026). Diantara langkah orang yang lalu lalang, seorang putri sulung korban pembunuhan di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka pada tahun 2024 silam, Elisabet Bessu dengan air mata bertumpah ruah, berlutut di bwah kaki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Pemandangan tidak biasa yang merobek nurani terlihat dalam suasana demo di depan gedung Polres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Senin(15/06/2026).</p>
<p>Diantara langkah orang yang lalu lalang, seorang putri sulung korban pembunuhan di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka pada tahun 2024 silam, Elisabet Bessu dengan air mata bertumpah ruah, berlutut di bwah kaki penegak hukum.</p>
<p>Elisabet tidak sedang memohon belas kasihan terhadap sebuah peristiwa yang sepeleh. Tetapi ia memohon sebuah keadilan sambil mengusap air mata yang mengalir deras demi mengungkap kasus terhadap bapak kandungnya yang menjadi tulang punggung dalam keluarga mereka. Apalagi, ibu kandungnya lebih terdahulu dipanggil Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Tentunya, ini bukan hanya sebuah potret peristiwa yang meninggalkan kesan, ini adalah dinding buntu yang dirasakan, ini adalah duka yang diratapi oleh mereka yang tidak lagi memiliki orangtua. Ia bersimpuh menuntut penegakan hukum, itu adalah penanda bahwa sistem telah gagal menyentuh hatinya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5685</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polres SBD Sempat Klaim Ada Titik Terang Kasus Pembunuhan Pada Tahun 2024 di Desa Weepangali: Tahun 2026 Belum Ada Realiasasi</title>
		<link>https://www.storintt.id/polres-sbd-sempat-klaim-ada-titik-terang-kasus-pembunuhan-pada-tahun-2024-di-desa-weepangali-tahun-2026-belum-ada-realiasasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 10:59:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Weepangali]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan SBD]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.storintt.id/?p=5681</guid>

					<description><![CDATA[STORINTT &#8211; Keseriusan Polres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur menuai kecaman dari keluarga korban pembunuhan di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka pada 05 Juni 2024 silam. Kekecewaan dan kecaman itu disampaikan keluarga korban melalui demo bersama puluhan mahasiswa yang bergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) cabang Tambolaka, Senin(15/06/2026) di depan gedung Polres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STORINTT &#8211;</strong> Keseriusan Polres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur menuai kecaman dari keluarga korban pembunuhan di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka pada 05 Juni 2024 silam.</p>
<p>Kekecewaan dan kecaman itu disampaikan keluarga korban melalui demo bersama puluhan mahasiswa yang bergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) cabang Tambolaka, Senin(15/06/2026) di depan gedung Polres Sumba Barat Daya.</p>
<p>Seorang keluarga Korban(Bapak Saudara kandung Almarhum-red), Gregorius Bessu dengan tegas mengatakan bahwa seluruh keluarga merasa kecewa terhadap Polres Sumba Barat Daya atas penanganan kasus pada tahun 2024 yang menyebabkan ayah dari dua orang anak itu meninggal dunia secara sadis.</p>
<p>Menurutnya, setelah peristiwa itu terjadi, ada anggota Polres Sumba Barat Daya yang mendatangi kediamannya dalam menyampaikan hasi sementara penyelidikan.</p>
<p>Menurut anggota itu, kata Gregorius, kasus tersebut ada kaitan dengan persoalan tanah. Mendengar penjelasan itu, keluarga pun merasa bersyukur karena motif dari pembunuhan tersebut semakin mengerucut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Desa Weekura Temukan Mayat di Kebun: Mayat Posisi Memegang Senjata Tajam</title>
		<link>https://www.storintt.id/masyarakat-desa-weekura-temukan-mayat-di-kebun-mayat-posisi-memegang-senjata-tajam/</link>
					<comments>https://www.storintt.id/masyarakat-desa-weekura-temukan-mayat-di-kebun-mayat-posisi-memegang-senjata-tajam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rian Marviriks]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 05:45:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Weekura]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Werilolo]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Wewewa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ulayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.timexntt.id/?p=4050</guid>

					<description><![CDATA[TIMEXNTT &#8211; Masyarakat Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, menemukan mayat di lahan kebun, Senin(13/10/2025). Diketahui, mayat tersebut merupakan warga Kampung Bali Kangali, Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat berinisial IBG(35). Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh timexntt.id, awalnya telah terjadi saling serang antara warga Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat dan Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TIMEXNTT &#8211;</strong> Masyarakat Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, menemukan mayat di lahan kebun, Senin(13/10/2025).</p>
<p>Diketahui, mayat tersebut merupakan warga Kampung Bali Kangali, Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat berinisial IBG(35).</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh timexntt.id, awalnya telah terjadi saling serang antara warga Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat dan Desa Werilolo, Kecamatan Wewewa Selatan.</p>
<p>Saling serang antar warga dari kedua desa tersebut dikabarkan terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui pemicu dari persoalan tersebut.</p>
<p>Sementara, IBG yang diduga merupakan korban pembunuhan diketahui keberadaan setelah masyarakat Desa Weekura melakukan pencarian di lokasi tersebut.</p>
<p>IBG baru ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.30 waktu setempat dalam keadaan tak bernyawa. Sementara, disejumlah bagian tubuh IGB ditemukan luka robek bekas senjata tajam.</p>
<p>Selain itu, saat ditemukan, IBG dalam posisi tergeletak. Sementara tangan kanannya memegang senjata tajam(parang sumba).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.storintt.id/masyarakat-desa-weekura-temukan-mayat-di-kebun-mayat-posisi-memegang-senjata-tajam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4050</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
