Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

1.184 Meteran Listrik Terpasang 100 Persen di SBD, 886 Unit Menyusul Akhir Tahun

Rian Marviriks Storintt.id
Kepala Dinas Perumkim SBD, Yohanis Umbu Deta, mengungkapkan sebanyak 1.184 unit meteran listrik telah terpasang 100 persen tahun ini.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perumkim) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memastikan program pemasangan meteran listrik tahun 2026 berjalan sesuai target dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kepala Dinas Perumkim SBD, Yohanis Umbu Deta, mengungkapkan sebanyak 1.184 unit meteran listrik telah terpasang 100 persen tahun ini.

“1.184 meteran sudah terpasang di Sumba Barat Daya tahun 2026, sudah 100 persen. Sumber dananya dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelas Yohanis saat ditemui, Jumat(23/10/2026).

Tak hanya itu, ada tambahan 886 unit lagi yang juga bersumber dari DAU dan masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2026. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap tender.

“Sudah tender, diperkirakan tanggal 28 atau 29 bulan ini kontrak, setelah itu langsung kerja. Kemudian ditargetkan pada 15 Desember 2026 akan terinstalasi dan menyala,” ujarnya.

Jika program tambahan itu terealisasi, maka kado akhir tahun bagi warga SBD akan benar-benar terasa. Ratusan kepala keluarga yang selama ini belum menikmati listrik akan segera merasakan terang di rumahnya.

Dengan demimian, jika ditotal, sejak tahun 2025 hingga 2026 sudah ada kurang lebih 3.000 unit meteran listrik yang terpasang di wilayah SBD. Capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur dasar.

Lebih lanjut, Yohanis menambahkan, pihaknya akan melakukan survei database secara menyeluruh untuk memastikan warga yang belum dan sudah memiliki meteran listrik. Pendataan ini penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

“Data-data tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam memastikan atau untuk bisa ditargetkan bahwa semua masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya ini sudah mendapatkan bantuan meteran pada tahun 2030 atau lebih dari tahun itu,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif pemerintah desa yang terus melalukan pengajuan proposal bantuan meteran listrik.

“Inisiatif para Kepala Desa tinggi sekali dalam mengajukan proposal, ini sangat membantu percepatan,” katanya.

Untuk tahun 2027 mendatang, Bupati SBD juga telah merencanakan langkah yang lebih besar. Yaitu penambahan 3.000 unit meteran lagi bagi warga yang belum terjangkau listrik.

Sementara untuk program bantuan rumah tahun ini, totalnya juga cukup besar, lebih dari 1.000 unit yang bersumber dari APBD I, APBD II, dan APBN. Program ini sejalan dengan program listrik, karena rumah layak harus disertai listrik yang layak.

Khusus untuk bantuan APBD II, progresnya sudah mencapai 80 persen. Sedangkan untuk upah tukang, pencairannya akan menyesuaikan progres pekerjaan di lapangan.

“Tahun ini dari DAU ada 265 unit, ditambah pada perubahan anggaran 2026 ada 15 unit, jadi total keseluruhan 280 unit bantuan rumah,” pungkas Yohanis.

Dengan progres ini, harapan akan Sumba Barat Daya yang terang benderang dan layak huni bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah mulai menjadi kenyataan yang dirasakan warga hingga ke pelosok desa.***

Tutup
error: Content is protected !!