Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Animo Masyarakat Sumba Barat Daya Membuat SIM Masih Terbilang Rendah

Satlantas Polres Sumba Barat Daya sudah mengupayakan melakukan sosialisasi dengan berbagai cara, baik bertatapan langsung dan melalui platform media sosial.

Bukan hanya itu, masyarakat juga mengganggap SIM tidak terlalu dibutuhkan lantaran selama mengenderai kendaraan di pedesaan tidak ada operasi yang dilakukan. Jadi mereka merasa aman.

“Baru mau hampir 2 bulan lah proses pelayanan pembuatan SIM berlangsung. Sehari itu bisa 5 hingga 8 orang yang datang urus SIM. Artinya, kesadaran masyarakat untuk membuat SIM ini masih rendah,” ungkp IPTU Elias Ballo.

Baca Juga  TEGAS! DPRD SBD Minta Audit Perencanaan Alun-Alun Tambolaka;Kalau hujan babecek

“Mungkin juga masyarakat belum menyadari manfaatnya SIM terutama daerah-daerah yang jauh dari kota. Merasa di wilayah itu aman-aman saja,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, IPTU Elias Ballo menerangkan, pembuatan SIM sangatlah penting dilakukan oleh pengemudi.

Sebab, kata dia, SIM memiliki fungsi sebagai bukti identifikasi, registrasi, bukti izin mengemudi, kompetensi. Juga berfungsi sebagai sarana pelayanan masyarakat serta sebagai dokumen wajib klaim kendaraan bermotor.

Baca Juga  Pinang Angga Kaka Sebagai Calon Wakil, Ratu Wulla Ajak Anak Muda Membangun Sumba Barat Daya

Untuk itu, IPTU Elias Ballo menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya supaya segera mengurus SIM jika sebagai seorang pengemudi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Coba gratiskan pembuatan SIM selama 1 Minggu, pasti banyak masyarakat antosias daftar pak, karena mengingat masyarakat cenderung malas tau dan lebih pentingkan simpan uang d dompet kalau mau keluar dgn motor dari pada kelengkapan surat² motor yg ada dompet 😁

Tutup
error: Content is protected !!