Bupati Belum Tahu Kontribusi Lawadi, GMNI SBD; Untuk Mengamankan Diri, Pembohongan Apa Lagi?
Menurut, Alumni Unika Weetebula itu, meruginya perusahan Lawadi SBD sudah mencuat kepermukaan publik hingga terjadinya penggeledahan.
Sayangnya, belum ada kepastian hukum dalam memberantas para oknum yang diduga korupsi.
“Kasus Lawsdi sudah hampir satu tahun ini di angkat kepermukaan tentang adanya ketidak beresan disana oleh media maupun pemerhati. Tapi belum ada kepastian hukum,” ujarnya.
“Harapan saya, alangkah baiknya hal ini di buka secara terang benderang saja, jangan kemudian di tutup tutupi atau di penuhi dengan drama. Agar kemudian hari nanti, dapat meninggalkan kesan yang baik bagi regenerasi yang akan datang,” harapnya.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, ditemui, setelah konferensi pers tentang pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete mengaku belum mengetahui angka/persen tentang kontribusi perusahan Lawadi terhadap daerah.
“Pasti dari mekanisme perjalanan kita belum dapat sesuatu dari situ. Dari uang, uang loh,” kata Bupati SBD ketika ditemui seusai konferensi Pers DPC PDIP SBD, Selasa(16/04/2024) kemarin.
Tinggalkan Balasan