Cerita Cara Orang Sumba Bersepakat Dengan Alam
Yang ke delapan di Wanggameti (Kampung Kananggar, Paberiwai) festival wai humba di adakan setiap bulan kesepuluh setiap tahun atau sesuai dengan kesepakatan dalam rembuk adat.
Senada sebagai perayaan thanksgiving (pengucapan syukur) orang Sumba, festival ini juga sebagai Gerakan untuk mendekatkan kembali manusia dengan Sang Pencipta dan alam sekitarnya, sebagai ruang berkumpul kembali bersama keluarga Sumba dari segala penjuru untuk merayakan dan merefleksikan identitas mereka sebagai orang Sumba.
Festival Wai Humba dikemas sebagai sebuah ibadah, pesta rakyat, dan upaya mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup di Sumba sambal mengucap syukur kepada Sang Pencipta dan leluhur yang telah menghubungkan dan menanamkan kearifan alam.
Juga sebagai upaya memanusiakan manusia, cita-cita luhur yang oleh orang Sumba dikenal sebagai Tau rakka tau (bahasa Humba Kambera: manusia semestinya manusia).
Banyak sekali misi baik yang diselenggarakan: pentas seni yang menampilkan tarian untuk menyatakan bahwa budaya Sumba masih dijaga dengan pesan dalam setiap hentakan kaki dan gerakan tangan, ungkapan syukur kepada Pencipta dan leluhur akan tatanan alam yang luar biasa.
Tinggalkan Balasan