Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Hari ini, Persatuan Alumni GMNI Sumba Barat Daya Akan Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Kodi

Rian Marviriks Storintt.id
Marten menegaskan, aksi ini adalah wujud nyata dari ajaran marhaenisme Bung Karno yang selalu diajarkan di GMNI, yakni hadir dan berpihak kepada wong cilik.

STORINTT – Memasuki masa transisi gempa Kodi, aksi solidaritas terus berdatangan. Hari ini, Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Sumba Barat Daya akan turun langsung ke lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Rombongan yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Persatuan Alumni GMNI Sumba Barat Daya, Marten Roga Ate akan membawa 43 paket sembako yang menjadi kebutuhan dasar korban bencana gempa pada 04 Oktober 2026 lalu.

“Hari ini kami akan berangkat menyalurkan bantuan. Persatuan Alumni Sumba Barat Daya akan membawa bantuan berupa paket sembako untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa Kodi,” ujar Marten Roga Ate saat dikonfirmasi, Sabtu(17/10/2026).

Marten menegaskan, misi kemanusiaan kali ini tidak hanya sekadar seremonial bagi-bagi sembako di posko induk. Pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk menyisir warga yang selama ini belum tersentuh bantuan.

“Kami berencana, nanti kami akan sisir korban yang belum dapat bantuan. Kami tidak akan hanya di posko besar, tapi kami akan jalan kaki masuk ke tenda-tenda pengungsian mandiri, ke rumah-rumah yang rusak berat,” jelas Marten.

Marten menegaskan, aksi ini adalah wujud nyata dari ajaran marhaenisme Bung Karno yang selalu diajarkan di GMNI, yakni hadir dan berpihak kepada wong cilik.

Selain itu, ia juga menyebut kalau aksi ini merupakan wujud nyata dari rasa cinta dan tanggung jawab moril Persatuan Alumni Sumba Barat Daya terhadap kampung halaman.

Di saat pemerintah daerah sedang fokus pada verifikasi data kerusakan rumah untuk laporan ke BNPB, peran alumni dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengisi kekosongan bantuan.

“Ini adalah panggilan jiwa nasionalis kami. GMNI diajarkan untuk setia membela kaum marhaen. Ketika saudara-saudara kita di Kodi menderita karena gempa, kami sebagai alumni tidak boleh diam. Kami hadir hari ini bukan hanya membawa sembako, tapi membawa semangat gotong royong,” tegas Marten.

Marten juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla yang telah membuka rumah jabatan untuk laporan warga yang belum dapat bantuan.

“Kami bersinergi dengan pemerintah. Apa yang dilakukan Ibu Bupati membuka rumah jabatan itu sangat baik. Kami dari PA GMNI membantu menyisir di lapangan, sehingga data warga yang belum dapat bantuan bisa segera dilaporkan dan ditindaklanjuti,” katanya.

Disisi lain, Marten Roga Ate menyebut bantuan yang akan segera disalurkan hari ini tidak terlepas dari dukungan DPD Persatuan Alumni GMNI NTT sebagai wujud gotong royong antar alumni hingga ke tingkat kabupaten.

Untuk itu, melalui aksi ini, PA GMNI Sumba Barat Daya berharap dapat memantik kepedulian lebih banyak organisasi kepemudaan, alumni, dan elemen masyarakat lainnya untuk tidak melupakan Kodi.

“Kodi butuh kita semua. Pemulihan masih panjang. Jangan biarkan warga Kodi berjuang sendiri. Mari kita bergotong royong membantu sesama,” tutup Marten Roga Ate.

Sebagai informasi tambahan, diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wikayah Kodi pada 4 Oktober 2026 lalu mengakibatkan sedikitnya puluhan rumah rusak berat dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Masa tanggap darurat akan berakhir pada Minggu,18 Oktober 2026, dan akan dilanjutkan dengan masa transisi pada hari senin mendatang untuk verifikasi data kerusakan rumah.***

Tutup
error: Content is protected !!