Jamal Wungo Bantah Tudingan Bawa Samurai: Saya Niat Melerai, Istri Saya Dicaci Maki
Jamal yang merasa sedang dalam situasi tertekan, ia kemudian membela diri(menangkis) dengan menggunakan sepotong kayu yang dibawa dari rumahnya. Jamal mengaku tidak melakukan perlawanan atau pemukulan dengan kayu ia bawa.
“Saya gunakan kayu ini untuk bela diri sudah. Setelah saya menghindar, Tatang ambil kayu dan pukul saya di kaki bagian betis. Kemudian dia punya adik yang satu ambil kayu pukul saya di bagian kepala, karena saya refleks, angkat tangan untuk tangkis. Ini luka juga bagian siku, betis dan pergelangan tangan dan saya sudah visum,” katanya lagi.
Lebih lanjut, Jamal menuturkan, dalam situasi itu, istrinya juga meminta Ustad Tatan dan kedua saudaranya supaya jangan membuat keributan dan segera pulang. Apalagi di bulan puasa.
Namun, permintaan istri Jamal justru mendapat tanggapan yang tidak menyenangkan. Jamal menyebut Ustad Tatan dan kedua saudaranya mencaci maki istrinya. Ia dicaci maki dan disaksikan banyak orang saat itu.
“Istrinya yang juga mencoba melerai dan meminta supaya jangan buat keributan justru dimaki sama si Tatan dan adiknya itu. Itu yang saya tidak terima dia maki saya punya istri. Siapa pun suami, istrinya dimaki di tengah umum pasti tidak terima. Makanya saya bilang habis ini pergi lapor. Dan saya sudah lapor di Polres SBD seusai keributan itu. Pada hari minggu kemarin saya dan saksi sudah kasih keterangan,” Kata Jamal.