Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Jamal Wungo Bantah Tudingan Bawa Samurai: Saya Niat Melerai, Istri Saya Dicaci Maki

Rian Marviriks Storintt.id
Peristiwa itu terjadi pada Jumat 13 Maret 2026 di halaman rumah Muhamad Yusuf, tepatnya di Ledegiring, Desa Rada Mata.(Dokpri Rian Marviriks)

“Tentang caci maki, jujur untuk saya pribadi tidak pernah maki, termasuk adik saya juga, saya tidak dengar mereka maki. Caci maki itu tidak benar, apalagi keluar dari mulut saya. Gimana seorang tokoh agama harus caci maki begitu. Saat itu saya masih dalam keadaan memggunakan pakaian sholat. Kalau saya maki, apalagi di tengah orang banyak, kalau benar pasti kita sudah kena pukul karena banyak sekali orang saat itu,” kata Ustad Tatan, Kamis(19/03/2026) ketika dihubungi via telefon whatshap.

Baca Juga  DPC PDIP SBD Tegaskan Semua Caleg Terpilih dan Kader Wajib Tegak Lurus

Ditanya alasan mengapa dirinya bersama kedua saudaranya melakukan pemukulan terhadap Jamal Wungo yang hendak datang melerai, Ustad Tatan tidak berkomentar banyak. Ia menyebut klarifikasi yang disampaikan sejak awal itu sudah jelas.

“Ya saya yakin itu menjadi versinya Pak Jamal sendiri, kalau dari saya klarifikasi yang kemarin itu sudah sangat-sangat pas, kalau memang itu membuat Pak Jamal tidak puas dan membuat klarifikasi yang baru ya silakan saja. Kalau dari saya secara pribadi, saya lebih fokus ke ibadah saja sekarang karena apalagi besok atau gak lusa itu kita sudah mulai Idul Fitri saya lebih fokus ke situ. Pada klarifikasi pertama, saya sudah sampaikan bahwa tidak ada pemukulan, termasuk kepada Pak Jamal,” katanya lagi.

Baca Juga  Pemuda Khatolik Wewewa Selatan Jalankan Proposal Pembangunan Gedung Gereja, Ada 324 Umat
Tutup
error: Content is protected !!