Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ketua Bawaslu SBD Menegaskan Soal Pemilu yang Demokratis Pada Pemilu 2024

Dia menyebut lembaga kepengawasan terbentuk dikarenakan kepercayaan yang hilang pada kepemimpinan orde baru.

“Dulu Bawaslu ini bernama Panwaslak, dari panwaslak kembali berubah bentuk nama menjadi Panwaslu. Namun karena adanya krisis kepercayaan dari masyarakat kala itu maka lahirlah Bawaslu yang sekarang ini,” sebutnya.

Lebih lanjut, Yeremias Bayoraya Kewuan menjelaskan, dari krisis kepercayaan itulah yang mulai dikooptasi kekuatan rezim penguasa di orde baru.

Baca Juga  CATAT! Bawaslu SBD Tegaskan Pemerintah Desa dan ASN Wajib Netral Selama Proses Pilkada; Hadir kampanye tidak diijinkan

Bahkan, dari situ, lagi kata Yeremias Bayoraya Kewua, mulai muncul protes-protes dari masyarakat karena diduga banyaknya manipulasi yang dilakukan oleh petugas pemilu saat itu hal itu yang menjadi cikal bakal kehadiran Bawaslu.

Krisis kepercayaan terhadap pelaksanaan pemilu ini berlanjut hingga Pemilu 1977 dengan adanya kecurangan dan pelanggaran yang lebih masif.

Baca Juga  Bawaslu SBD Selenggarakan Simulasi Penyelesaian Sengketa Bersama Panwaslu Desa

Dari historis itu, Yeremias Bayoraya Kewua meyakini bahwa peran penting masyarakat dalam berpartisipasi mengawasi pemilu sangatlah penting.

“Bapak mama, peran kita semua sangat penting dalam mewujudkan pemilu atau pilkada tahun 2024 yang demokratis. Salah satu caranya mari kita gotong royong untuk berpartisipasi dalam mengawasi proses pemilu yang berlangsung,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!