Legenda Watu Maladong di Sumba Barat Daya NTT
“Aku akan memberikannya padamu dengan satu syarat”, ujar kepala suku dengan tegas.
“Kau harus bisa mengalahkan kesaktianku lebih dulu”, kepala suku berkata sambil berdiri.
“Jika kau setuju, aku menunggumu nanti malam untuk bertempur di tanah lapang belakang rumahku”. Sang petani setuju.
Ia kembali ke rumah si nenek di tepi pantai sambil membawa Numbu Ranggata yang dikembalikan kepala suku kepadanya.
“Tak usah gentar”, kata si nenek kepada sang petani yang terlihat ragu.
“Sesungguhnya kaupun memiliki kesaktian sebagai pemilik Numbu Ranggata”, ujar si nenek pelan.
“Kau bisa mendatangkan petir dengan mengarahkan tombakmu ke langit”, lanjutnya lagi.
“Petir itu akan menyambar siapa saja yang menjadi lawanmu”.
Sang petani mendengarkan kata kata si nenek dengan seksama.
“Satu hal yang perlu kau ketahui”, si nenek berkata sambil memandang ke arah laut.
“Jurus andalan mereka adalah mengguncang bumi. Jangan panik jika bumi mengguncangmu. Diam saja dan menyatulah dengan bumi. Niscaya goncangannya akan segera berhenti”, lanjut si nenek membuka rahasia kepala suku.
Tinggalkan Balasan