Legenda Watu Maladong di Sumba Barat Daya NTT
Setelah mendengar penjelasan si nenek, petani itu yakin dirinya akan menang bertarung melawan kepala suku.
Ketika matahari mulai terbenam, ia berangkat menuju rumah kepala suku dengan membawa tombak saktinya.
Seluruh keluarga kepala suku telah berkumpul di lapangan belakang rumah mereka.
“Lawanlah putra sulungku”, kata kepala suku sambil berdiri menyambut kedatangan sang petani.
“Jika kau berhasil mengalahkannya maka itu berarti kau telah mengalahkanku”, katanya seraya menepuk nepuk pundak seorang pemuda yang berdiri di sampingnya.
Pertempuranpun dimulai. Setelah beradu kesaktian lewat perkelahian sengit, sang petani dan putra kepala suku sama sama tangguh.
Mereka telah bertempur selama dua jam lebih ketika akhirnya putra kepala suku menggunakan jurus andalannya.
Ia segera memejamkan mata, menunjuk bumi dengan kedua belah telapak tangannya dan seketika itu juga bumi tempat sang petani berdiri berguncang dengan hebatnya.
Sang petani teringat akan kata kata si nenek. Iapun segera berbaring sambil memegang Numbu Ranggata di tangan kanannya.
Tinggalkan Balasan