Legenda Watu Maladong di Sumba Barat Daya NTT
Tubuh sang pemuda itu hangus terbakar. Seketika itu juga sang pemuda tewas. Kepala suku dan seluruh keluarganya memekik.
Mereka terkejut melihat kematian sang pemuda. Meski menahan kesedihan yang begitu mendalam, kepala suku berjiwa besar dan menerima kekalahannya.
Ia menyerahkan Watu Maladong yang sedari tadi dibawanya kepada sang petani. Kepala suku berkata; “Batu ini ada tiga buah. Dua buah berjenis kelamin pria, yang akan mencurahkan sumber makanan berupa padi, jagung. Satunya berjenis kelamin wanita, yang akan mencurahkan sumber makanan beupa jerawut. Ketiga batu ini dapat bergerak sendiri. Ia akan patuh kepada siapa yang ia layani. Kemunculannya di atas permukaan tanah Sumba kelak, akan menyemburtkan air tanah yang tak pernah berkesudahan.”
Sesuatu yang menakjubkan terjadi. Watu Maladong menjadi ringan di tangan si petani.
Sesuai yang mengisyaratkan bahwa Watu Maladong siap untuk melayani kebutuhan majikannya yang baru.
Akhirnya, Watu Maladong diboyong ke tanah Sumba, khususnya ke wilayah Sumba Barat (Sekarang Sumba Barat Daya), tempat asal si petani Sang petani yang membawa Numbu Ranggata dan Watu Maladong itupun singgah di rumah nenek yang telah menolongnya untuk pamit.
Tinggalkan Balasan