Legenda Watu Maladong di Sumba Barat Daya NTT
Ia teringat akan tombaknya yang menancap di perut seekor babi jadi jadian tempo hari.
“Kalau boleh saya menebak, apakah perut bapak tertikam sebilah tombak ?” tanya sang petani langsung pada kepala suku.
Kepala suku dan seluruh anggota keluarganya yang ada di ruangan itu terkejut. Mereka tak menyangka sang petani mengetahui penyebab sakitnya kepala suku.
Kepala suku mengangguk perlahan seraya berkata, “Ya, perutku tertikam tombak”, ujarnya pelan.
“Jika kau berhasil mengobati lukaku ini, aku akan memberikan apa saja yang kau mau”, janjinya lagi.
Kepala suku berharap sang pendatang di kampungnya itu mampu mengobatinya. “Baiklah..”, kata sang petani singkat.
“Besok pagi aku akan kembali membawa ramuan untuk bapak minum”, ujarnya lagi.
Sang petani dan tuannya segera pamit pulang. Sore itu sang petani datang lagi menemui nenek tua di tepi pantai.
Sang nenek memberinya ramuan untuk mengobati kepala suku.
“jika kepala suku itu telah sembuh, selain tombak Numbu Ranggata milikmu, mintalah juga batu yang disebut Watu Maladong miliknya. Batu itu mampu menciptakan sumber air dan menumbuhkan tanaman palawija dimana saja yang kau kehendaki”, kata si nenek lagi.
Tinggalkan Balasan