Masyarakat Watulabara SBD Kecewa, Jalan Sudah P1 Tingkat Kabupaten Malah Hilang Jejak
Jalan ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sedangkan, kendaraan roda empat dan enam perlu pertimbangan khusus ketika mengangkut hasil bumi masyarakat Desa Watulabara dan sekitarnya.
“Rata-rata masyarakat di sini kan petani, kalau saja jalan ini bagus, maka menguntungkan masyarakat termasuk dari beberapa desa tetangga ketika mau ke pasar waimangura. Karena rusak berat, masyarakat harus pikul hasil perkebunan mereka, kemudian sampai di jalan yang agak bagus baru bisa menggunakan kendaraan. Itupun kalau ada motor yang berani muat,” ucap Mateus.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dusun 1, Desa Watulabara, Yonatan Laka Zangga membenarkan bahwa jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan sejak masa almarhum mantan Kepala Desa Watulabara.
Menurutnya, saat itu, jaln tersebut sudah di P1-kan dan siap dikerjakan. Namun, hingga pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Baru yang baru ini, hasil dari keputusan itu malah hilang kabar.
“Rusaknya sudah hampir belasan tahun. Pengusulan juga telah dilakukan dari masa jabatan alrmarhum bapak mantan. Di masa jabatan kades yang baru juga sudah diusulkan lagi dan di P1-kan. Tapi kita sudah punya Bupati baru malah hilang kabar,” sebut Yonatan.
Tinggalkan Balasan