Masyarakat Watulabara SBD Kecewa, Jalan Sudah P1 Tingkat Kabupaten Malah Hilang Jejak
“Iya, ini bukan hanya dilalui oleh masyarakat Watulabara, desa-desa lain pun memanfaatkannya dan juga bisa dilalui kalau pergi di Kecamatan Wewewa Tengah,” sebut Mateus.
Mateus menerangkan, kerusakan berat pada badan jalan ini berdampak pada kesulitan masyarakat dalam memobilisasi hasil pertanian maupun perkebunan mereka.
Jalan ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sedangkan, kendaraan roda empat dan enam perlu pertimbangan khusus ketika mengangkut hasil bumi masyarakat Desa Watulabara dan sekitarnya.
“Rata-rata masyarakat di sini kan petani, kalau saja jalan ini bagus, maka menguntungkan masyarakat termasuk dari beberapa desa tetangga ketika mau ke pasar waimangura. Karena rusak berat, masyarakat harus pikul hasil perkebunan mereka, kemudian sampai di jalan yang agak bagus baru bisa menggunakan kendaraan. Itupun kalau ada motor yang berani muat,” ucap Mateus.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dusun 1, Desa Watulabara, Yonatan Laka Zangga membenarkan bahwa jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan sejak masa almarhum mantan Kepala Desa Watulabara.
Tinggalkan Balasan