Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Dia menuruti permintaan itu dan menemukan bahwa “kraeng benar-benar merupakan Pemimpin Redaksi Floresa.”

Mendapati informasi itu, dia lalu membuat tangkapan layar atas identitas dan status saya yang tertera di web Floresa.

Setelah mendengar penjelasan dan melihat bukti yang saya tunjukkan, kedua polisi itu berkata, “kalau dari tadi dapat penjelasan seperti ini, kraeng tidak akan ditahan. Ternyata kraeng memang Pemimpin Redaksi Floresa.”

Baca Juga  Peringati Hari Bhayangkara Ke-78, Begini Kata Kapolres SBD

“Kami akan kena nanti kalau kraeng beri klarifikasi di Polres,” katanya, tanpa menjelaskan maksud pernyataan itu.

Merespons pernyataan itu, saya berkata, “saya dari tadi berusaha menjelaskan hal ini, tetapi kalian terus memotong pembicaraan saya. Kalian justru memukul saya.”

Mendengar hal itu, polisi yang menyita ponsel saya keluar dari mobil dan berkoordinasi dengan polisi lainnya.

Baca Juga  Melalui Proses Panjang, Rudi Soik di PTDH, Berikut 12 Kasus Pelanggaran Disiplin dan Kode Etik

Beberapa saat kemudian, dia kembali ke mobil itu dan menawarkan dua langkah untuk melepaskan saya.

Dia berkata, “sebentar tiga orang warga yang diamankan akan dilepaskan.

Mereka akan membuat video klarifikasi dan permohonan maaf karena merusakkan mobil polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!