Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat
Dia menuruti permintaan itu dan menemukan bahwa “kraeng benar-benar merupakan Pemimpin Redaksi Floresa.”
Mendapati informasi itu, dia lalu membuat tangkapan layar atas identitas dan status saya yang tertera di web Floresa.
Setelah mendengar penjelasan dan melihat bukti yang saya tunjukkan, kedua polisi itu berkata, “kalau dari tadi dapat penjelasan seperti ini, kraeng tidak akan ditahan. Ternyata kraeng memang Pemimpin Redaksi Floresa.”
“Kami akan kena nanti kalau kraeng beri klarifikasi di Polres,” katanya, tanpa menjelaskan maksud pernyataan itu.
Merespons pernyataan itu, saya berkata, “saya dari tadi berusaha menjelaskan hal ini, tetapi kalian terus memotong pembicaraan saya. Kalian justru memukul saya.”
Mendengar hal itu, polisi yang menyita ponsel saya keluar dari mobil dan berkoordinasi dengan polisi lainnya.
Beberapa saat kemudian, dia kembali ke mobil itu dan menawarkan dua langkah untuk melepaskan saya.
Dia berkata, “sebentar tiga orang warga yang diamankan akan dilepaskan.
Mereka akan membuat video klarifikasi dan permohonan maaf karena merusakkan mobil polisi.
Tinggalkan Balasan