Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Apakah kraeng juga mau seperti itu? Ataukah kraeng mau klarifikasi di Polres?” Merespons pertanyaan itu, saya berkata, “saya pikir-pikir dulu.”

Mendengar jawaban itu, polisi tersebut keluar lagi dari mobil dan berkoordinasi dengan polisi lainnya.

Beberapa saat kemudian, polisi itu kembali masuk ke mobil dan menawarkan hal yang sama.

Dengan mempertimbangkan segala konsekuensi, saya pun memilih untuk langsung memberikan klarifikasi di lokasi itu.

Baca Juga  Reforma Agraria Bergerak! Dua Desa di Kabupaten Sumba Tengah Diproyeksikan Jadi Lokasi Redistribusi 2026

Polisi itu berkata, “nanti kami akan rekam klasifikasinya kraeng. Nanti omong saja kalau kraeng diamankan karena tidak membawa kartu identitas. Terus nanti kraeng juga omong kalau kraeng sudah dilepaskan dalam keadaan selamat.”

Saya pun menyetujui permintaan itu, lalu polisi itu mengizinkan saya keluar dari mobil dan memberikan tas saya, sementara ponsel saya masih disita.

Baca Juga  34 Personel Brimob Batalyon C Pelopor Diterjunkan Perbaiki Jembatan Darurat di Wewewa Timur SBD

Saya memberi klarifikasi di belakang mobil itu dan direkam oleh dua orang polisi, yang salah satunya ikut mengintimidasi dan memukul saya.

Dalam klarifikasi itu, saya sempat mengatakan “saya ditahan karena tidak membawa kartu identitas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!