Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Mendengar itu, mereka meminta saya untuk mengganti kata “ditahan” dengan “diamankan.”

Mereka juga mengarahkan saya untuk mengatakan “setelah melakukan klarifikasi dengan polisi, saya dilepaskan dalam keadaan selamat.”

Tetapi, saya hanya mengatakan “setelah melakukan klarifikasi dengan polisi, saya dilepaskan.” Saya tidak mungkin mengatakan “dilepaskan dengan selamat” karena

Baca Juga  Anggota DPRD SBD Dapil III Minta Pemerintah Prioritaskan Jalan Jati Lima - Tenateke di Tahun 2026

sebelumnya saya dipukuli aparat dan wartawan. Setelah itu, mereka mengizinkan saya pulang, tetapi ponsel saya masih disita polisi.

Beberapa saat kemudian, saya kembali dan menemui polisi yang sejak penahanan menemani saya di dalam mobil. Polisi itu yang kemudian meminta untuk mengembalikan ponsel saya.

Baca Juga  Melalui Proses Panjang, Rudi Soik di PTDH, Berikut 12 Kasus Pelanggaran Disiplin dan Kode Etik

Saya mulai ditangkap aparat keamanan sekitar pukul 14.37 dan baru dilepaskan pukul 18.00 Wita.

Selama saya berada di dalam, polisi keluar-masuk meminta ID card dan tawaran langkah untuk melepaskan saya.***

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!