Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Seorang anggota polisi yang sejak awal mencekik saya yang merampas ponsel. Ia juga berkata, “saya sudah memantau kau punya pergerakan selama ini.”

Usai berkali-kali memukul saya, mereka lalu memasukkan saya ke dalam sebuah mobil polisi dan mengunci pintunya. Para aparat itu berkata, “kamu diamankan, bukan ditahan atau ditangkap.”

Salah satu polisi yang melintas di luar mobil itu berkata, “kalau kamu menulis ‘berita yang lain,’ kami akan pantau.”

Baca Juga  Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih 4 Kabupaten di Pulau Sumba Hasil Pilkada 2024

Di dalam mobil itu, terdapat seorang polisi yang mengenakan seragam.

Dia terus-terusan meminta ID card seraya memotong penjelasan saya.

Beberapa saat kemudian polisi itu keluar dari mobil dan seorang polisi lain yang tidak mengenakan seragam masuk ke mobil untuk menemani saya.

Baca Juga  Tunjangan Guru Batal Dicairkan Karena Tidak Disiplin, Bupati SBD Minta Kawal Dinas Pendidikan dan SD Poma

Beberapa saat kemudian, seorang polisi yang mencekik dan menyita ponsel saya masuk ke dalam mobil itu.

Dia menaruh tas saya dan menyuruh saya membuka ponsel.

Dia membaca dan memeriksa beberapa pesan WhatsApp saya. Dia mengakses pesan itu baik privat maupun grup. Dia juga memeriksa foto profil WhatsApp dari beberapa teman saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!