Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Beberapa saat kemudian, dia kembali masuk ke mobil itu dan kembali menanyakan kartu pers saya.

Saya sekali lagi menjawab “saya memang tidak membawa kartu pers, tetapi saya bisa menunjukkan surat tugas saya serta membuktikan kalau saya benar-benar merupakan Pemimpin Redaksi Floresa.”

Saya meminta izin kepadanya untuk memeriksa berkas surat tugas saya diponsel.

Lantaran berkat surat tugas itu telah dipindahkan ke dalam laptop, saya lalu meminta izin membuka laptop seraya meminta dia membuka web Floresa via ponsel untuk memeriksa dan memastikan status saya sebagai jurnalis sekaligus Pemimpin Redaksi Floresa.

Baca Juga  Klarifikasi Kapolres Manggarai Terkait Penangkapan Warga dan Jurnalis di Poco Leok

Saat menunjukkan kepada salah satu polisi berkas surat tugas saya di laptop, dia mengecek sembari berkata “surat tugas ini hanya berlaku selama tiga bulan setelah diterbitkan pada September tahun lalu.”

Baca Juga  Soal Dana PIP SMA Wewewa Selatan, Kepsek Dipanggil Oleh Tipikor Polres Sumba Barat Daya

Saya menjawab “ini surat tugas yang diterbitkan Pemimpin Redaksi Floresa periode sebelumnya saat saya berstatus sebagai kontributor.

Setelah masa berlakunya habis, saya tidak mempunyai surat tugas baru karena saya dipercayakan menjadi Pemimpin Redaksi Floresa. “Karena menjadi pemimpin redaksi, saya mempunyai kewenangan untuk membuat surat tugas bagi jurnalis Floresa yang lain.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!