Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Kronologi ini ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Floresa, Herry Kabut yang ditangkap polisi pada 2 Oktober saat meliput aksi protes warga Poco Leok menentang proyek geotermal.(Dok.Istimewa)

Untuk meyakinkan polisi itu, saya menunjukkan surat tugas yang saya berikan kepada jurnalis Floresa yang lain.

Di dalam surat itu, terdapat tanda tangan saya sebagai pemimpin redaksi.

Polisi itu memeriksa dan membuka beberapa berkas di dalamnya termasuk foto dan rekaman wawancara saya dengan narasumber.

Setelah melihat foto dan mendengar rekaman wawancara saya, polisi itu berkata, “kraeng [Anda] kerja macam intel.”

Baca Juga  Floresa Sebut Klarifikasi Kapolres Manggarai Menyangkal Kebenaran dan Berusaha Mengkriminalisasi Korban

Merespons hal itu, saya berkata, “saya jurnalis, bukan intel.”

Polisi itu berkata, “saya akui kraeng seorang penulis karena kraeng sangat hati-hati memilih kata.”

Saya menduga polisi itu sebetulnya tahu bahwa saya merupakan jurnalis Floresa karena ia berkata, “saya tahu beberapa tulisan kraeng tentang proyek geotermal.”

Baca Juga  TKD Dipangkas, 9.000 PPPK di NTT Akan Menjadi Korban Pemberhentian Demi Hemat Rp540 Miliar Untuk Pembangunan Tahun 2027

Dia juga bertanya, “apa saja yang kraeng tulis tentang proyek geotermal di Poco Leok?”

Saya menjawab, “salah satu tulisan saya adalah wawancara khusus dengan

seorang mama dari Poco Leok. Ite [Anda] bisa cek di web Floresa.”

Saya juga meminta polisi yang menyita ponsel saya untuk membuka web Floresa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!