Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Oknum Polisi Menggiring Wartawan Floresa Untuk Menirukan Pernyataan Klarifikasi; Kami akan kena nanti kalau kraeng beri klarifikasi di Polres

Namun demikian, Herry Kabut malah mendapat intimidasi serta penganiayaan dari oknum aparat.(Dok.Istimewa)

Herry Kabut pun pun menyetujui permintaan itu, lalu oknum polisi itu mengizinkan dirinya keluar dari mobil dan memberikan tasnya, sementara ponsel Herry Kabut masih disita.

Herry Kabut memberi klarifikasi itu di belakang mobil itu dan direkam oleh dua orang polisi, yang salah satunya ikut mengintimidasi dan memukulnya.

Baca Juga  Pekerjaan Jembatan Wae Lampang Telan Anggaran 10 M Diduga Terjadi Nepotisme, Salah Satu Proyek Dampingan Kejari Manggarai

“Dalam klarifikasi itu, saya sempat mengatakan, saya ditahan karena tidak membawa kartu identitas. Mendengar itu, mereka meminta saya untuk mengganti kata “ditahan” dengan “diamankan”. Sebut Herry Kabut dalam rilis yang diterima timexntt.id.

Oknum polisi juga mengarahkan dirinya untuk mengatakan, setelah melakukan klarifikasi dengan polisi, ia dilepaskan dalam keadaan selamat.

Baca Juga  Peringati Hari Bhayangkara Ke-78, Begini Kata Kapolres SBD

Merespon permintaan itu, Herry Kabut hanya mengatakan setelah melakukan klarifikasi dengan polisi, dirinya dilepaskan.

“Saya tidak mungkin mengatakan dilepaskan dengan selamat karena sebelumnya saya dipukuli aparat dan wartawan,” tulisnya dalam rilis itu.

Setelah itu, mereka mengizinkan Herry Kabut untuk pulang, tetapi ponselnya masih disita polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!