Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ruang Kosong Demokrasi Oleh Yeremias Bayoraya Kewuan

Dari trust dan responsibility ini, penyelenggaraan demokrasi seharusnya berimbang, karena demokrasi ada di tangan rakyat. Rakyat harus merayakan demokrasi layaknya sebuah pesta.

Pesta ini harus diselenggarakan secara cermat oleh penyelenggara untuk demokrasi yang utuh.

Oleh karena itu, orang-orang yang terjun dalam dunia politik dan pemerintahan seharusnya adalah orang-orang terpilih untuk mengatur alur pesta dengan tujuan akhir sebuah kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan, dan situasi layak tanpa diskriminasi.

Baca Juga  Profil Ketua Bawaslu SBD Periode 2023-2028, Ternyata Seorang AktivisĀ 

Perayaan demokrasi harus penuh kepercayaan dan tanggung jawab memungkinkan untuk meminimalisir kecurangan, korupsi, kekerasan, diskriminasi, dan politik kepentingan.

Sayangnya, idealisme demokrasi ini gagal menjadi sebuah kenyataan. Jejak demokrasi Indonesia hari ini semakin parah dalam prosesnya.

Baca Juga  Bawaslu SBD Siapkan Posko Pengaduan Hak Pilih, Ketua; Guna Akomodir Hak Memilih

Politik identitas dan manuver politik uang selalu mendominasi, masuk dalam berbagai kalangan bahkan tidak sanggup terbendung.

Para elite politik yang seharusnya memberikan edukasi berpolitik santun, menanggalkan etika politik yang berbasis pada demokrasi yang sesungguhnya, menepuk dada bak pahlawan agar menarik simpati karena ada kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!