Ruang Kosong Demokrasi Oleh Yeremias Bayoraya Kewuan
Praktik semacam ini pada masyarakat marginal dapat terinternalisasi menjadi sebuah prinsip kebenaran dan jati diri yang patut diperjuangkan apapun resikonya.
Padahal bisa saja yang diperjuangkan adalah sebuah kesalahan yang teroganisir.
Bahwa membela pilihan adalah sebuah hak yang tidak dipaksakan oleh siapapun, tetapi membela pilihan politik dengan cara membenci pemilih lain yang bukan menjadi bagiannya, adalah sebuah kesalahan.
Apalagi membela dengan cara-cara kotor yang dapat menyebabkan perpecahan, chaos, bahkan sampai pada pertumpahan darah dan kematian atau tindakan hukum.
Semua ini bisa terjadi Ketika kita berpolitik berdasarkan kekuatan wacana, uang, dan perjudian.
Apa Yang Kita Benahi?
Kita mestinya sadar bahwa ada ruang kosong dalam berdemokrasi. Ruang kosong ini adalah ruang di mana ditempati oleh orang muda.
Di satu pihak orang muda akan bertepuk dada dan berlindung pada jargon “pemuda adalah tulang punggung bangsa dan negara”. Tetapi tidak sedikit orang muda yang terjun dalam politik yang membutakan mata dan hati.
Tinggalkan Balasan