Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ruang Kosong Demokrasi Oleh Yeremias Bayoraya Kewuan

Orang muda yang berpendidikan baik, ternyata ditemukan menjadi orator untuk penyebaran wacana dengan masif dalam masyarakat yang berujung pada praktek politik kotor.

Orang muda mengalami kekosongan identitas. Sebab, tidak maksimalnya sebuah pendidikan berpolitik yang benar dan berkeadilan.

Gairah orang muda dalam berpolitik tidak diarahkan dan dipandu ke jalan dimana demokrasi menemukan dirinya sebagai sebuah perayaan yang bermartabat dalam berpolitik.

Baca Juga  Jawaban KPU SBD dan Bawaslu SBD Tentang Dugaan Kampanye di Lingkungan Pendidikan

Oleh karena itu, penulis menegaskan bahwa pendidikan kaum muda dalam berpolitik adalah salah satu cara terbaik mengisi kekosongan ruang demokrasi kita.

Sekolah-sekolah demokrasi digalakkan mulai dari tingkat kampung, desa, kecamatan dan seterusnya. Orang muda patut giat melebarkan sayap berjejaring bersama penyelenggara Pemilu yang dipercayai sebagai lembaga independen pada tingkatannya.

Baca Juga  Sidang DKPP RI, KPU SBD Bantah Semua Dalil-Dalil Pengaduan Para Pengadu

Termasuk lembaga-lembaga swasta (LSM/NGO) yang mengarusutamakan entitas demokrasi.

Diskusi-diskusi politik yang bermartabat perlu dibuat secara terbuka yang melibatkan lebih banyak kaum muda, agar sanggup mengasah dan membentuk generasi yang santun dalam berpolitik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!