Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Sejumlah SD yang Bernaung di Yatutim Gagal Cairkan Dana BOS Tahap II Tahun 2024

saat ini Ketua Yayasan Tunas Timur, Soleman Lende Dappa alias SLD memantik perhatian publik. Pasalnya, ia diduga telah melakukan perbuatan meminta jatah terhadap kepala sekolah dibeberapa sekolah yang bernaung dibawa Yayasanny

Lebih lanjut, Ikshan menjelaskan, secara aturan, dana BOS harusnya berdasarkan pada data-data siswa yang akurat.

Dia menyebut dana BOS untuk satu orang siswa sebesar Rp950.000. Sementara, SD yang berada dibawa naungan Yatutim sebanyak 11 SD. Namun, 10 SD harus gagal melakukan pencairan.

“Kalau alasan sekolah itu juga tidak masuk akal. Dan kadang dari pihak sekolah ini tidak bisa bertanggungjawab dengan data yang terinput di Dapodik. Lebih banyak beralibi bahwa kami kepala sekolah baru. Ada juga yang kami panggil tidak pernah hadir. Jadi kemarin itu kami ambil sampel itu dari SD Kareka Ndara dan satu sekolah di Wewewa Timur, itu juga sama jawabannya,” tambahnya lagi.

Baca Juga  Miris! Kelompok Tani Ana Milla Tidak Pernah Mendapat Perhatian Dari Pemerintah Desa Lua Koba

Saat ditanya apakah kegagalan tersebut membuat uang dana BOS tersebut hangus, Ikhsan mengatakan uang yang tidak disalurkan itu tetap di rekening sekolah dan itu dianggap sebagai penerimaan di tahun berikutnya.

Baca Juga  Terbongkar! Berikut Daftar Sekolah Yatutim Gagal Cairkan Dana Bos Termin II

“Uangnya tetap ada hanya tidak dicairkan. Untuk proses pencairan kembali itu nanti kita lihat lagi, kita cocokkan dengan data real siswa. Kalau memang ada ketimpangan, kita tidak salurkan lagi. Kalaupun kita salurkan kita sesuaikan data real siswa. Sedangkan untuk satu sekolah yang cair itu hanya SD Solid karena datanya real dan akurat,” ungkapnya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!