Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Siswa SDN Wanno Talla Yang Viral Akan Dapat Bantuan PIP Tahun 2026, Kadis Pendidikan SBD: Siswa Tidak Mampu Wajib Diakomodir

Rian Marviriks Storintt.id
Bukan hanya kedua siswa anak dari pasangan suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate itu, Ani Maghu juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Sumba Barat Daya supaya benar-benar perhatikan siswa yang tidak mampu untuk didata sebagai penerima bantuan PIP.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan instruksikan seluruh kepala sekolah di 11 kecamatan untuk mengakomodir siswa-siswi yang tdak mampu guna mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) di tahun 2026.

Intruksi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ani Maghu dalam menyikapi video viral seorang siswa kelas IV SDN Wanno Talla, Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat, Firjun Saputra Tanggu alias Jun yang menggunakan sepatu sobek ketika ke sekolah.

Menurut Ani Maghu, dirinya telah memanggil Kepala Sekolah SDN Wanno Talla dan memintanya untuk mengakomodir siswa tersebut supaya bisa mendapatkan bantuan PIP tahun 2026, termasuk kakak Firjun yang saat ini sedang di bangku kelas VI.

“Tadi saya baru panggil ibu guru yang mengunggah video viral itu bersama kepala sekolah. Saya sudah tegaskan dan meminta supaya siswa itu diakomodir menerima PIP tahun ini. Jadi kami pastikan tahun ini siswa itu dapat bantuan PIP pada tahun ini dan juga siswa lain di sekolah itu,” kata Ani Maghu ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat(20/02/2026).

Baca Juga  Takut Diberhentikan Sementara, Kepala Desa Panenggo Ede Kerja Jalan Abal-Abal, Anggaran Rp256 Juta

Bukan hanya kedua siswa anak dari pasangan suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate itu, Ani Maghu juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Sumba Barat Daya supaya benar-benar perhatikan siswa yang tidak mampu untuk didata sebagai penerima bantuan PIP.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam memperhatikan siswa-siswi yang tidak mampu untuk mendapatkan bantuan.

“Tadi juga pengawas korwil Wewewa Barat hadir, saya juga telah meminta supaya sampaikan pesan ini di seluruh sekolah yang menjadi tanggung jawab pengawasannya. Dan juga saya instruksikan seluruh kepala sekolah di 11 kecamatan ini supaya lebih perhatikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Ani Maghu.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, Guru SDN Wanno Talla, Karolina Ngongo mengatakan, awalnya, dirinya merekam video ketika Jun sedang bermain di jam istrahat di ruang kelas.

Saat itu, Karolina melihat teman-teman Jun menggunakan sepatu yang masih layak. Kemudian, ia berinisiatif memanggil Jun untuk menanyakan alasan Jun menggunakan sepatu tersebut sambil merekamnnya.

Jun yang masih di bangku kelas IV itu mengaku kalau sepatu yang digunakannya merupakan sepatu satu-satunya yang ada. Tidak ada sepatu lain yang bisa digunakan. Bahkan sepatu itu sudah di buang oleh orangtuanya karena tidak layak pakai.

Baca Juga  Soal Honor Sekolah Swasta itu Urusan Yayasan, Agustinus: Tanya Yayasan Kenapa Lambat Terima Honor

Mendengar jawaban Jun, Karolina meminta supaya jangan gunakan lagi sepatu tersebut. Sebab, sepatu yang berwarna hitam dan putih itu sudah sobek, bahkan terlihat usang dan menganga.

Dengan alasan itu, Karolina mencoba mengunggah video pendek hasil rekamannya di akun tik tok miliknya. Sontak, tak membutuhkan waktu lama, video itu mendapat reaksi dari warganet.

Menurut Karolina, beberapa pengguna tik tok langsung mengirim pesan(DM) dalam meminta rekening untuk bisa mengirimkan sejumlah uang demi bisa membantu Jun.

“Saya sadar bahwa pro kontra itu pasti ada, tapi ini murni saya mau membantu. Ada yang tidak sama sekali komentar langsung meminta rekening untuk kirimkan uang. Sampai hari ini uang yang masuk ada Rp2.150 ribu. Saya sudah menggunakan semua itu dalam membeli perlengkapan sekolah Jun dan Kakaknya juga yang saat ini juga di bangku SD,” kata Karolina.***

Tutup
error: Content is protected !!