Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Honor Sekolah Swasta itu Urusan Yayasan, Agustinus: Tanya Yayasan Kenapa Lambat Terima Honor

Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Agustinus Baiyo Tanggu meluruskan isu liar yang menilai pihaknya memperlambat gaji guru atau operator yang bekerja di sekolah swasta.(Dokpri Rian Marviriks)

Menurutnya, Dana BOS yang akan dicairkan, 20 persen itu yang diperuntukan sebagai honor, lebihnya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya di sekolah.

“Kalau swasta ya tanya Yayasan, kenapa gajinya bisa lambat? Saya masuk dengan masuk, gaji guru, itu biasanya larut, saya bikin tanggal 6 sudah gajian. Kemarin tanggal 3 sudah gajian. Itu bagian dari proses, tidak susah sebenarnya,” kata Agustinus, Jumat(20/06/2025) kemarin.

Baca Juga  Inspektorat SBD Komitmen Audit Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Sebut Rp400 Juta Sudah Dikembalikan

Menurut Agustinus, Dinas hanya bisa membantu sekolah swasta dalam proses pencairaan Dana BOS. Namun, proses pencairan ini membutuhkan kelengkapan administrasi yang wajib dipenuhi oleh sekolah yang bersangkutan.

Pihak Dinas tidak bisa mengambil langkah cepat dalam proses pencairan Dana BOS jika persyaratan yang diminta belum lengkap.

Baca Juga  Keluarga Korban Penikaman Menduga Pelaku Bukan Sebagai Operator Dapodik SDK Ilhaloko Mangganipi

Dengan proses ini, banyak yang menganggap bahwa Dinas telah mempersulit atau memperlambat untuk mencairkan Dana BOS. Dan tidak sedikit juga yang menganggap ‘membosankan’.

Apalagi, di Sumba Barat Daya ada ratusan sekolah yang harus diurus oleh Dinas Pendidikan. Dengan begitu, tentunya membutuhkan proses yang lama dan antri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!