Tanggapi Keluhan Nelayan Waikelo, Bupati Ratu Wulla bilang bantuan Mesin Rp80 Juta Itu Kecil, Tapi Ada Syaratnya!
STORINTT — Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menanggapi langsung empat tuntutan yang disampaikan nelayan Waikelo dalam kegiatan pengukuran 22 kapal nelayan di Pelabuhan Waikelo.
Nelayan sebelumnya mengeluhkan kerawanan perahu yang kerap hancur saat musim angin kencang atau musim ombak besar pada bulan Desember hingga Februari, keterbatasan cold box dan pabrik es batu, serta kebutuhan akan rumpon dan mesin kapal.
Bupati Ratu Wulla menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi tersebut sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada.
Terkait pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), Bupati Ratu Wulla menyatakan pihaknya akan segera menggelar rapat untuk menyiapkan seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk pengajuan ke BPH Migas.
“Nanti kami akan berdiskusi untuk menyiapkan semua persyaratan yang dipersyaratkan untuk pembangunan sebuah SPBN, karena saya pikir ini salah satu yang memang perlu banyak yang berada di wilayah pesisir. Sektor ini bisa meningkatkan kesejahteraan,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Menjawab persoalan cold box dan pabrik es batu, Bupati Ratu Wulla menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten SBD telah merencanakan pembangunan fasilitas pendukung tersebut di lokasi bekas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Waikelo. Ia mengakui realisasi belum terlaksana karena masa pemerintahannya yang baru berjalan satu setengah tahun.
Untuk bantuan cold box, Bupati Ratu Wulla mempersilakan kelompok nelayan untuk mengajukan proposal agar dapat dialokasikan pada APBD 2027.
“Terkait coolbox dan pabrik es, kemarin kita sudah ada perencanaan untuk di tempat menjual ikan yang lama. Kami sudah pikirkan terkait ketersediaan es batu untuk mendukung para nelayan. Saya mohon maaf kalau belum selesai, tetapi pasti akan kita laksanakan,” katanya.
“Silakan bagi kelompok yang membutuhkan buat proposal, sampaikan ke saya agar nanti kita bisa atur di 2027 kita bisa alokasikan bantuannya,” katanya lagi.
Sementara itu, untuk tuntutan dermaga nelayan dan pemecah ombak, Bupati menyebut hal tersebut telah masuk dalam komponen program Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah daerah akan melakukan kajian dan perencanaan lokasi di Waikelo.
“Tadi dermaga nelayan sebenarnya dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih itu juga menjadi salah satu item terkait dermaga nelayan. Ini sudah masuk dalam catatan untuk kami tindak lanjut, kami akan melakukan kajian,” jelasnya.
Untuk bantuan mesin tempel Johnson 15 PK, mesin diesel Yanmar 15,5 PK, dan rumpon, Bupati menilai dari sisi anggaran tidak terlalu besar, yakni sekitar Rp80 juta. Namun ia menekankan pentingnya proposal yang jelas dan presentasi terkait kebutuhan serta proyeksi peningkatan produktivitas.
“Untuk ini saya bilang kecil, 80 juta kecil, tidak terlalu sulit. Saya cuman mau bilang kalau ada konsekuensinya, saya minta masyarakat menyiapkan usulan dan ketika usulan nanti saya minta dipresentasikan ke saya. Berapa harga mesinnya, kebutuhannya apa, berapa produktivitas kita tanpa ini dan dengan adanya sarana ini. Kalau penjelasannya masuk akal itu tidak sulit bagi saya,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Bupati Ratu Wulla juga menegaskan akan menerapkan perjanjian tertulis bagi penerima bantuan agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan.
“Saya harus buat ketentuan, saya kasih ini barang harganya 80 juta, kalau tidak berjalan tarik kembali. Nanti buat pernyataan ada perjanjian karena saya tidak mau main-main. Ini uang rakyat, uang Bapak Ibu semua yang Bapak Ibu bayar lewat pajak,” tutupnya.
Namun demikian, Bupati Ratu Wulla juga meminta masyarakat untuk tidak berharap pembangunan dapat terealisasi secara instan, mengingat penggunaan anggaran negara memiliki prosedur dan pertanggungjawaban hukum yang ketat.
“Tapi jangan sebentar ucapkan bulan depan langsung keluar di Facebook ‘Ibu Ratu janji SPBN’. Tolong dipahami, saya tidak akan menipu. Ini bukan urusan uang pribadi, uang negara, kita buat kebijakan saja bisa kena. Tetap kami akan melakukan upaya-upaya biar semua itu bisa terlaksana dengan baik,” tegasnya.***