Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Walau Sudah Buat Onar, Ratu Wulla Masih Melerai Oknum DPRD SBD Demi Menjaga Keamanan Masyarakat Kecil

“Tanah itu milik ponakan saya dan ada orangtua satu namanya Leda Dara. Bukan milik Dappa Bulu,” tegasnya lagi.

Jhon menuturkan, sejak proses pembuatan posko pemenangan Ratu Angga tidak ada yang melakukan protes atau aksi pembatalan. Posko itu dibuat sejak beberapa minggu lalu.

Selama proses pembuatan ditegaskannya lagi tidak yang melakukan penghalangan. Bahkan, segala bentuk kebutuhan dalam pembuatan posko pemenangan Ratu Angga merupakan hasil swadaya masyarakat Webaghe.

Baca Juga  Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati SBD Pamitan Hingga Minta Jaga Suasana Pilkada Tetap Kondusif

“Karena kami mau kasih rapi sudah itu posko, tetapi kami tidak ada modal dan tidak mau kasih rugi Ibu Ratu, makanya kami jual batang keladi pakai beli paku. Seandainya batang keladi terjual semua mungkin sudah rapi. Kami tidak pernah minta uang seribu di Ratu Angga. Kami benar-benar tulus,” tuturnya.

Baca Juga  Program 100 Hari Kerja, Bupati SBD Akan Turun Desa dan Targetkan 1.000 Unit Meteran untuk Masyarakat

Kendati membuat gaduh saat proses peresmian posko, Jhon pun menegaskan supaya tidak ada intervensi dari manapun yang memakasa masyarakat untuk memilih.

Jhon menyebut dirinya dan seluruh masyarakat Desa Webaghe memiliki kebebasan untuk memili calon Bupatidam Wakil Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!