25 Kelompok Tani Mendapat Bantuan Handtracktor Dari Pemerintah Sumba Barat Daya Melalui Pokir DPRD
“Kalau kemarin kita gunakan cangkul, tenaga manusia, tenaga hewan, hasilnya pun terbatas, tetapi ketika menggunakan alat pertanian harus ada peningkatan. Kemarin mungkin, satu hektar hasilnya hanya 4 ton, jadi dengan adanya handtracktor ini bisa naik sekitar 5-6 ton. Apalagi dengan pemupukan, irigasi yang baik, sudah pasti bisa meningkat sampai 8 ton, kalau hasil pertanian kita meningkat,” kata Bupati Ratu Wulla.
Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla perintahkan Kepala Dinas Pertanian untuk melakukan evaluasi setiap tahun terhadap kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan.
Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan secara baik oleh petani. Bahi petani yang tidak memanfaatkan dengan baik, dirinya tak segan-segan akan memberi sanksi.
Bukan hanya itu, Bupati Ratu Wulla juga meminta kepada ketua kelompok supaya bantuan yang diberikan dapat digunakan oleh seluruh anggota kelompok. Sebab, bantuan tersebut bukan hanya milik ketua kelompok.
“Nanti seluruh bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat, saya minta Bapak Kadis untuk evaluasi. Nanti saya akan turun ke desa-desa untuk memastikan bantuan yang sudah diserahkan, jangan sampai, ada yang jual, ada yang digadai, atau digunakan hanya ketua kelompok tidak secara bersama-sama dengan anggota kelompok, ini barang milik negara, jadi harus digunakan sesuai peruntukannya, dan saya akan melakukan pemantauan, jika kelompok ada peningkatan produktivitasnya, minta lagi apa yang dibutuhkan kita kasih,” tegasnya.***
Tinggalkan Balasan