6 Wisata yang Wajib Dikunjung Ketika Berlibur di SBD, Nomor 5 Masih Tersembunyi
Kondisi jalan menuju bukit itu tidak terlalu mulus, karena sebagian aspal berlubang. Namun, rasa lelah akan terbayar saat berada di puncak bukit.
Untunglah tidak ada medan yang terlalu berat, baik tanjakan ataupun kelokan ekstrim untuk menuju bukit Lendongara. Sesampainya di bukit Lendongara, bersiaplah untuk berdecak kagum.
Bukit berselimut rumput menghijau itu bagaikan hamparan permadani. Konon, jika sudah memasuki musim kemarau warna permadani itu akan berubah kecoklatan oleh rumput yang mengering.
Tekstur bukit Lendongara yang bergelombang menambah pesonanya. Bukit dan lembah berselang-seling bagaikan ombak abadi. Amati dengan seksama di daerah lembahnya.
Meskipun cukup jauh, dengan mata telanjang masih bisa dikenali keberadaan sekumpulan kuda yang asyik merumput. Ingin rasanya merebahkan diri di hamparan rumput tersebut. Tekstur bukit Lendongara yang bergelombang menambah pesonanya.
Bukit dan lembah yang berwarna hijau dan kecoklatan membuat kita mengagumi keagungan-Nya.
Rasakan juga hembusan anginnya yang menerpa wajah, mengirimkan kesegaran udara khas daerah pegunungan. Begitu segar. Begitu bebas melihat hamparan padang Sabana yang luas di bawah langit biru.
Tinggalkan Balasan