Aktivis Berduka! Pencipta Lagu “Darah Juang” Meninggal Dunia
Selain Darah Juang, John Tobing memiliki sejumlah lagu lainnya.
“Namun tentu, lagu yang paling fenomenal dari John adalah Darah Juang. Lagu ini menjadi semacam lagu wajib dalam setiap aksi massa mahasiswa, terutama saat gerakan mahasiswa memuncak dan berujung pada tumbangnya Orde Baru pada 1998,” tulisnya lagi.
Darah Juang bukan lagu yang meledak-ledakan penuh amarah. Lagu ini terdengar seperti sebuah himne yang bisa mendinginkan emosi massa dan menjernihkan spirit mereka yang sedang atau akan berdemonstrasi.
Menyanyikan Darah Juang di tengah aksi demonstrasi menjadi semacam ritual untuk memastikan tekad dan janji diri masing-masing peserta aksi terarah untuk membebaskan rakyat, bukan untuk tujuan lain yang menyimpang.
Sebelum meninggal dunia, John Tobing menderita stroke dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya terus memburuk.
John sempat rawat inap di Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan, Sleman, akibat penyumbatan di otak yang disusul penyumbatan di paru-paru.
Dari RS Panti Rini, John dirujuk Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan berpulang malam ini.***