Aktivis Berduka! Pencipta Lagu “Darah Juang” Meninggal Dunia
STORINTT – Kabar duka datang menghantui para aktivis di negeri ini. Mereka kehilangan sosok pencipta lagu “Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing alias John Tobing.
Lagu “Darah Juang” sering dinyanyikan oleh para mahasiswa sebagai simbol perlawanan para mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak terhadap kepentingan masyarakat.
Lagu “Darah Juang” sendiri populer pada masa orde baru, ketika Presiden Soeharto dilengserkan pada 21 Mei 1998.
John Tobing dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 20.40 WIB di RSA UGM. Kabar duka itu diunggah oleh seniornya, Yayan Sopyan.
Yayan merupakan senior John Tobing di UGM. Mereka sama-sama di Fakultas Filsafat. Yayan angkatan 1984 dan John 1986.
“Malam ini saya membaca kabar: John berpulang. Selamat jalan, John Tobing,” tulis Yayan Sopyan, di Facebook, dikutip Kamis (26/2/2026).
Yayan menuliskan, John Tobing merupakan sosok yang suka musik, dan juga menciptakan lagu. Kemudian dia juga menjadi salah satu aktivis yang selalu tampil di hampir setiap aksi mahasiswa.
Selain Darah Juang, John Tobing memiliki sejumlah lagu lainnya.
“Namun tentu, lagu yang paling fenomenal dari John adalah Darah Juang. Lagu ini menjadi semacam lagu wajib dalam setiap aksi massa mahasiswa, terutama saat gerakan mahasiswa memuncak dan berujung pada tumbangnya Orde Baru pada 1998,” tulisnya lagi.
Darah Juang bukan lagu yang meledak-ledakan penuh amarah. Lagu ini terdengar seperti sebuah himne yang bisa mendinginkan emosi massa dan menjernihkan spirit mereka yang sedang atau akan berdemonstrasi.
Menyanyikan Darah Juang di tengah aksi demonstrasi menjadi semacam ritual untuk memastikan tekad dan janji diri masing-masing peserta aksi terarah untuk membebaskan rakyat, bukan untuk tujuan lain yang menyimpang.
Sebelum meninggal dunia, John Tobing menderita stroke dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya terus memburuk.
John sempat rawat inap di Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan, Sleman, akibat penyumbatan di otak yang disusul penyumbatan di paru-paru.
Dari RS Panti Rini, John dirujuk Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan berpulang malam ini.***