"

Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Aste Dappa Polisikan Wartawan Karena Dituding Melakukan Kekerasan: Tidak Benar Itu, Jangan Mengarang Cerita

Rian Marviriks Storintt.id
Aste yang saat ini sebagai driver di RSDU Reda Bolo membantah melakukan tindakan kekerasan seperti yang dituding oleh seorang wartawan di Sumba Barat Daya, Gunter Meha atau GM.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Seorang warga Desa Wee Rame, Kecamatan Wewewa Tengah, Asterius Dappa Kira mengambil langkah hukum atas tudingan kekerasan yang dialamatkan terhadap dirinya.

Untuk diketahui, sejumlah wartawan yang hadir saat Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melakukan peninjauan progres RSUD Reda Bolo tidak ada yang dilarang untuk menjalankan tugas jurnalistik. Bahkan, beberapa wartawan melakukan live streaming.

Keributan itu terjadi sesaat setelah rombongan Kementerian Kesehatan meninggalkan RSUD Reda Bolo.

Baca Juga  GMKI dan PMKRI Perjuangkan Nasib 2 Mahasiswa yang Ditahan Oleh Polres Sumba Barat Daya

Aste yang saat ini sebagai driver di RSDU Reda Bolo membantah melakukan tindakan kekerasan seperti yang dituding oleh seorang wartawan di Sumba Barat Daya, Gunter Meha atau GM.

Dengan tudingan itu, Aste pun mengambil langkah hukum dengan melaporkan GM di Polres Sumba Barat Daya. Ia bersama keluarga merasa dirugikan atas tudingan tersebut. Aste akan melaporkan GM dan 2 orang lainnya.

Baca Juga  Pastikan Pilkada SBD Berjalan Lancar, Bawaslu SBD Melakukan Penguatan Kapasitas Terhadap Panwascam

“Tadi saya sudah konsultasi di polres atas informasi miring yang menuduh saya melakukan kekerasan. Dari pihak polres minta saya lengkapi berkas. Beberapa jam ke depan saya akan ke polres membawa berkas dan melaporkan secara resmi. Yang saya lapor itu Gunter Meha dan 2 orang lainnya,” kata Aste, Jumat(24/04/2026).

Tutup
error: Content is protected !!