Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anak Tukang Sensor Kayu Dari Wewewa Barat SBD Lulus TNI Angkatan Laut; Menepis stigma pungli

Bagaimana tidak, Zakarias mengakui bahwa proses anaknya dalam mengikuti seleksi sebagai TNI tidak menggunakan "orang dalam" atau uang untuk melancarkan proses seleksi.(Dokpri Rian Marviriks)

Istri Zakarias juga bekerja sebagai seorang pengusaha minyak kelapa murni. Ia produksi minyak kelapa murni berbekal perlatan apa adanya.

Siapa menyangka, hasil tabungan dari sensor kayu dan minyak kelapa murni itu, Zakarias juga mampu melanjutkan perkuliahan putra sulungnya di salah satu kampus ternama di Pulau Dewata. Putra sulungnya itu Kuliah di Stikes jurusan Anistesi.

Baca Juga  Soal Pembangunan KDMP, Kadis Koperasi SBD: Anggaran dan RAB Kami Tidak Tahu, Kami Tidak Akan Tandatangan

Berdasarkan informasi yang dihimpun timexntt.id, sebagai mahasiswa Anistesi tidaklah mudah. Pasalnya membutuhkan biaya yang terbilng besar.

“Puji Tuhan, walau kedua anak saya bersamaan dalam berjuang, ada saja kemudahan yang Tuhan kasih. Sekarang, anak ketiga dan bungsu masih dibangku SMA. Oland sudah jadi Tentara, kami akan mengupayakan dan bekerja keras supaya saudaranya juga berhasil,” tuturnya Zakarias.

Baca Juga  Alun Alun Tambolaka Akan Dilanjutkan, Total Anggaran Pada Tahap III RP4 Miliar

Hal luar biasa lainnya, ketika putra kedua mereka dilantik sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, tidak ada pesta porah yang dilakukan. Mereka mensyukuri semua itu dengan kesederhanan.

Pasalnya, Zakarias harus menyekolahkan ketiga anak mereka yang tiga orang. Apalagi putra pertama mereka yang sedang kuliah sangat membutuhkan biaya yang besar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!