Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anggaran Kontingen Pramuka SBD Rp250 Juta Dipertanyakan, Ketua Kontingen: Yang Terbaca Nanti Di Kuitansi

Rian Marviriks Storintt.id
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh storintt.id, Selasa(01/08/2026), anggaran tersebut dikelola oleh sekretaris Kawarcab yang juga sebagai ketua kontingen pramuka Sumba Barat Daya yang mengikuti Jambore Nasional beberapa bulan lalu.

STORINTT – Anggaran Jambore Nasional(Jamnas) dan Jambore Daerah(Jamda) pramuka Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur kini menuai sorotan.

Bagaimana tidak, penggunaan anggaran tersebut disebut tidak ada transparansi, dan diduga bahwa yang mengelola anggaran ratusan juta itu bukan bendahara yang memiliki kompoten dalam struktur kepengurusan sesuai yang tercantum dalam AD/RT pramuka pada umumnya.

Selain itu, pihak lainnya menyoroti pelayanan makan minum terhadap siswa-siswi yang hanya mengonsumsi mie instan setiap hari tanpa sayur. Bahkan, ketika tiba dipelabuhan Waingapu, makanan untuk siang, justru baru dikonsumsi pada sore hari. Orangtua yang menjemput anak-anak mereka, harus keluarkan uang pribadi untuk membeli makan minum.

Suntikan anggaran dari Pemerintah Sumba Barat Daya Rp250 juta guna melancarkan kegiatan tersebut juga menuai banyak tanya karena telur sisa dari Jamnas ditukar dengan nasi ketika kontingen berada di ruang tunggu pelabuhan yang berada di Surabaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh storintt.id, Selasa(01/08/2026), anggaran tersebut dikelola oleh sekretaris Kawarcab yang juga sebagai ketua kontingen pramuka Sumba Barat Daya yang mengikuti Jambore Nasional beberapa bulan lalu.

“Yang punya kewenangan urus anggaran itu bendahara, kalau bendahara berhalangan, ada wakil bendahara, kalau berhalangan juga, masih ada bidang pengelola keuangan. Sedangkan ketua atau sekretaris itu tidak ada kewenangan. Kami menduga, bendahara jadi korban dalam persoalan ini. Dan juga ketua kawarcab bisa saja tidak mengetahui akan hal ini,” kata sumber terpercaya tersebut.

Menurutnya, jabatan sekretaris kawarcab Sumba Barat Daya juga mencatat sejarah dari berbagai wilayah. Sebab, sekretaris tersebut sudah menjabat selama 2 tahun. Padahal, dalam AD/RT tidak demikian.

Ia menjelaskan, setelah 2 tahun menjabat, jika yang bersangkutan masih mau menjadi pengurus, maka harus pindah posisi atau bergeser dibidang lainnya.

Ia juga pertanyakan soal pengiriman kontingen di Jamnas tersebut. Sesuai dengan alokasi anggaran, seharusnya ada 40 orang yang dikirim, termasuk pembina pendamping, peninjau dan dewan kerja cabang. Namun dalam kenyataan hanya 30 orang yang mengikuti Jamnas.

Bahkan, dalam kegiatan tersebut, dari 30 orang, ada 2 orang yang berangkat dengan menggunakan biaya pribadi. Bukan hanya itu, ia juga menyoroti dan menduga telah terjadi mark-up anggaran. Sumber terpercaya tersebut mencontohkan tempat penginapan para pedamping di home stay yang jauh dari kata layak.

“Misalnya, sesuai penyampaian ketua kontingen, anggaran home stay itu berkisar dari Rp4 juta hingga Rp5 juta. Kalau kita lihat anggaran itu, lebih baik tidur di tempat penginapan biasa, karena masih bisa disiapkan tempat tidur, dari pada di home stay kami tidur di lantai,” ungkapnya.

Ketua Kontingen Bantah Tudingan Penyalahgunaan Anggaran

Ditemui dikediamannya, Ketua Kontingen Pramuka Sumba Barat Daya, Marsel Juma Kalimandang membantah atas tudingan tersebut. Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran sudah sesuai dengan sebagaimana mestinya.

Ia mengakui kalau peserta yang dikirim ada 30 orang, termasuk pembina pendamping, peninjau dan dewan kerja cabang, sementara total anggaran yang digunakan adalah Rp250 juta.

“Untuk biaya home stay itu Rp8 juta untuk di luar Cibubur. Memang awalnya kami tawar betul karena terlalu mahal, mau di atas Rp10 juta,” kata dia.

Marsel menegaskan, semua bentuk laporan penggunaan keungan akan dipertangungjawabkan melalui LPJ.

Bahkan, ia menyebut kalau seluruh penggunaan keuangan mulai dari awal perjalanan dan belanja sampai kepulangan kontingen sudah ada kuitansinya. Dan semuanya dipergunakan secara terbuka.

“Saya pikir, nanti yang berkaitan dengan LPJ kami akan selesaikan. Kami akan sampaikan bagaimana bentuknya, sesuai dengan kuitansi yang ada. Kami akan bereskan sesuai dengan anggaran dan pedoman itu. Kami akan kumpulkan semua kwitansi, yang terbaca nanti di kuitansi, bukan kami hanya omong-omong saja, cocoknya dengan angka yang masuk dan keluar. Mulai dari awal perjalanan dan belanja sampai kepulangan kontingen hanya terbaca dalam kwitansi,” tegas Marsel.

“Saya diberi kewenangan untuk urus anggaran. Berkaitan dengan barang-barang kontingen seperti kompor, bahan makanan, saya belum buka, semua masih ada di sini,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!