Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Belum Setahun Jabat, Penjabat Desa Pero Turunkan Angka Stunting

Ia menyasar kepada sejumlah anak yang stunting dalam memberi pelayanan khusus. Termasuk ibu hamil. Salah satu caranya dengan Pemberian Makanan Tambahan(PMT) setiap adanya posyandu.

Makanan tambahan yang diberikan disebutnya terjamin kualitasnya dan berdasarkan petunjuk dari tenaga kesehatan. Dalam hal ini tenaga gizi.

“Jadi kami rutin melakukan pelayanan posyandu dengan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Waimangura. Setiap ada posyandu pasti ada pemberian makanan tambahan,” katanya.

Baca Juga  Tahap-Tahap Dalam Perkawinan Adat Sumba yang Perlu Kamu Tahu

Pemerintah Desa Pero juga intervensi uang desa untuk pengadaan 150 ekor bibit ikan lele. Nantinya, bibit ikan lele tersebut akan diberikan kepada mereka yang mengalami stunting.

Bukan hanya itu, ada juga pemberian bibit hortikultura berupa tomat, wortel dan sayur-sayuran. Sehingga masyarakat wajib membuat bedengan sehat atau dapur hidup.

Baca Juga  Sebelum Putuskan Kabel Listrik, Kepala Desa Weepangali Sempat Minta Uang Rp400 Ribu, Bupati dan Wabup SBD Turun Tangan

“Ikan lele itu kami sudah berikan kepada warga yang stuntin. Masing-masing mendapat 150 ekor. Termasuk orangtua yang ada balita dan ibu hamil. Untuk pemeliharan ikan lele, sudah ada kolam buatan dan sudah melalui pelatihan khusus tentang perawatan ikan lele,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!