Belum Setahun Jabat, Penjabat Desa Pero Turunkan Angka Stunting
TIMEXNTT – Sebagi bentuk keseriusan dalam melawan angka stunting yang terbilang tinggi di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, pemerintah desa pun turut aktif dalam melawan persoalan tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Penjabat Desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat, Yusviance Bobo Dimu Nono. Ia mengupayakan dengan berbagai cara untuk menurunkan angka stunting di Desa Pero.
Menurut Yusviance, ada 77 anak yang mengalami stunting di Desa Pero menyebar di 4 dusun. Namun dengan berbagai perencanaan yang tepat sasaran, angka stunting itu pun turun menjadi 47 anak. Padahal, ia baru menjabat enam bulan sejak dilantik pada bulan Februari lalu.
“Sejak saya jabat itu ada 77 anak yang stunting menyebar di empat dusun, tetapi beberapa bulan bekerja dengan melibatkan semua pihak dengan komitmen yang besar, akhirnya angka stunting turun. Turun menjadi 47 orang anak,” jelasnya ketika ditemui, Selasa(09/07/2024).
Staf Kecamatan Wewewa Selatan yang dilantik oleh Bupati SBD beberapa bulan lalu sebagai Penjabat Desa Pero itu mengatakan, penanganan stunting dilakukan secara rutin setiap bulan.
Ia menyasar kepada sejumlah anak yang stunting dalam memberi pelayanan khusus. Termasuk ibu hamil. Salah satu caranya dengan Pemberian Makanan Tambahan(PMT) setiap adanya posyandu.
Makanan tambahan yang diberikan disebutnya terjamin kualitasnya dan berdasarkan petunjuk dari tenaga kesehatan. Dalam hal ini tenaga gizi.
“Jadi kami rutin melakukan pelayanan posyandu dengan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Waimangura. Setiap ada posyandu pasti ada pemberian makanan tambahan,” katanya.
Pemerintah Desa Pero juga intervensi uang desa untuk pengadaan 150 ekor bibit ikan lele. Nantinya, bibit ikan lele tersebut akan diberikan kepada mereka yang mengalami stunting.
Bukan hanya itu, ada juga pemberian bibit hortikultura berupa tomat, wortel dan sayur-sayuran. Sehingga masyarakat wajib membuat bedengan sehat atau dapur hidup.
“Ikan lele itu kami sudah berikan kepada warga yang stuntin. Masing-masing mendapat 150 ekor. Termasuk orangtua yang ada balita dan ibu hamil. Untuk pemeliharan ikan lele, sudah ada kolam buatan dan sudah melalui pelatihan khusus tentang perawatan ikan lele,” ucapnya.
Selain itu, Yusviance menuturkan, pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi di masyarakat dalam memerangi angka stunting. Ia bersama aparatnya memotivasi masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat.
“Salah satu caranya jaga kebersihan sekitar. Atur pola makan. Minta mereka supaya membantu melawan stunting dengan aktif mengikuti posyandu dan lain sebagainya,” jelasnya.
Untuk itu, dengan berbagai dukungan dari masyarakat, Yusviance meyakini tahun ini angka stunting akan turun hingga 20-an dari 47 anak yang stunting.
Bahkan ia optimis dengan jabatannya sekarang, masyarakat Desa Pero akan bebas dari stunting.***
Tinggalkan Balasan