Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

BEM Unika Weetebula Sentil Pengusaha yang Tambang Pasir Menggunakan Alat Berat: Masyarakat Dicekik

Ketua BEM Unika Weetebula, Yasinta Boka menyoroti pengusaha-pengusaha yang selama ini menambang pasir dengan menggunakan alat berat.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Persoalan tambang pasir laut di Sumba Barat Daya masih menjadi atensi publik karena menjadi kebutuhan utama dalam berbagai kegiatan pembangunan.

Pemerintah dan DPRD pun juga tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan ini. Mereka bahkan sudah melakukan survei dibeberapa titik pantai yang dianggap mampu menyediakan potensi pasir untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Baca Juga  Daftar Penerima Bansos Desa Reda Pada dan Desa Laga Lete Tahun 2025

Sayangnya, Pemerintah Daerah juga memiliki batas kewenangan dalam mengatasi ijin tambang pasir tersebut.

Sehingga, saat ini masih menunggu Pemerintah Provinsi untuk keluarkan diskresi yang dinilai dapat dijadikan Pemda untuk mengambil kebijakan.

Menariknya, dalam aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa pada Rabu(10/09/2025), mereka tidak hanya menyoroti soal perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah(RTWR).

Dalam orasinya dihadapan sejumlah anggota DPRD Sumba Barat Daya yang hadir, Ketua BEM Unika Weetebula, Yasinta Boka menyoroti pengusaha-pengusaha yang selama ini menambang pasir dengan menggunakan alat berat.

Baca Juga  Masuk Pertengahan Juli 2024, Tiga Tugu Alun-Alun Tambolaka Belum Dikerjakan

Menurutnya, selama ini telah terjadi pembiaraan terhadap pegusaha-pengusaha. Sehingga penggunaan pasir laut untuk kepentingan proyek pun berdampak pada abrasi pantai, sehingga saat ini masyarakat kecil yang dikorbankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!