Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

BKKBN NTT Sosialisasi Penurunan Stunting di SBD, Ratu Wulla; Mama-mama rangkul bapak-bapak untuk lawan

Sosialisasi pencegahan stunting itu meliputi beberapa sasaran. Diantaranya, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-59 bulan dan keluarga berisiko stunting. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Guna mencegah angka stunting yang terbilang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), BKKBN NTT giat sosialisasikan pencegahan stunting tersebut di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD).

Sosialisasi pencegahan stunting itu meliputi beberapa sasaran. Diantaranya, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-59 bulan dan keluarga berisiko stunting.

Namun demikian, BKKBN Perwakilan Provinsi NTT, Desry J Tamael menyebut yang menjadi sasaran prioritas adalah keluarga-keluarga yang punya anak 0-2 tahun.

Baca Juga  Pemda SBD Komitmen Menekan Angka Stunting: 228 Ekor Ternak Bebek Disalurkan

“Mengapa demikian, karena 1.000 hari pertama kehidupan adalah 0–2 tahun itu merupakan waktu yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga perlu diperhatikan khusus,” jelas Desri dalam materi sosiliasasi di Desa Gollu Sapi, Wewewa Tengah, SBD, Jumat(26/07/2024).

Baca Juga  Sikap Floresa Terkait Kasus Kekerasan yang Dilakukan Komplotan Oknum Polisi terhadap Herry Kabut

Selain itu, Desry meminta supaya perencaan mempunyai anak dapat dilakukan sejak remaja. Perlu direncanakan supaya terhindar dari resiko potensi stunting.

“Kemudian setelah berkeluarga perlu direncanakan pula akan mempunyai anak berapa. Setelah punya anak pertama, direncanakan lagi tahun berapa untuk mempunyai anak kedua lagi,” tambah Desri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!