Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

BKKBN NTT Sosialisasi Penurunan Stunting di SBD, Ratu Wulla; Mama-mama rangkul bapak-bapak untuk lawan

Sosialisasi pencegahan stunting itu meliputi beberapa sasaran. Diantaranya, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-59 bulan dan keluarga berisiko stunting. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Guna mencegah angka stunting yang terbilang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), BKKBN NTT giat sosialisasikan pencegahan stunting tersebut di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD).

Sosialisasi pencegahan stunting itu meliputi beberapa sasaran. Diantaranya, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-59 bulan dan keluarga berisiko stunting.

Namun demikian, BKKBN Perwakilan Provinsi NTT, Desry J Tamael menyebut yang menjadi sasaran prioritas adalah keluarga-keluarga yang punya anak 0-2 tahun.

“Mengapa demikian, karena 1.000 hari pertama kehidupan adalah 0–2 tahun itu merupakan waktu yang sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sehingga perlu diperhatikan khusus,” jelas Desri dalam materi sosiliasasi di Desa Gollu Sapi, Wewewa Tengah, SBD, Jumat(26/07/2024).

Selain itu, Desry meminta supaya perencaan mempunyai anak dapat dilakukan sejak remaja. Perlu direncanakan supaya terhindar dari resiko potensi stunting.

Baca Juga  Cetus Program Membangun Desa, Bupati Ratu Wulla Minta Kades Manfaatkan Potensi Desa

“Kemudian setelah berkeluarga perlu direncanakan pula akan mempunyai anak berapa. Setelah punya anak pertama, direncanakan lagi tahun berapa untuk mempunyai anak kedua lagi,” tambah Desri.

Ia juga meminta supaya keluarga yang sedang mengandung dapat memperhatikan pola makanan yang bergizi demi kesehatan pada anak.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu mengajak semua ibu-ibu untuk berkoloborasi dalam melawan potensi terjadinya stunting dari dini.

“Mama-mama harus rangkul bapak-bapak untuk lawan stunting. Kerja sama itu penting dalam keluarga demi kesejahteraan dan kesehatan keluarga dalam rumah,” pintah Ratu Wulla Talu dihadapan masyarakat Desa Gollu Sapi.

Menurutnya, perang melawan stunting wajib dilakukan suami istri untuk melahirkan anak yang sehat jasmani.

Selain itu, ia menyebut stunting sangat berbahaya jika tidak diatasi atau dilawan oleh suami istri dari awal. Dampaknya, Sumba Barat Daya akan kekurangan generasi yang berkualitas.

Baca Juga  Pedagang Ikan Membandel, Sudah Ada Fasilitas yang Disiapkan di Pasar Omba Komi

“Stunting ini berbahaya kalau tidak di atasi oleh suami istri. Nanti kita akan kekurangan generasi yang berkualitas. Kalau kita tidak siapkan generasi berkualitas makan 10 tahun ke depan kita akan kekurangan generasi penerus,” kata Ratu Wulla Talu yang juga calon Bupati periode 224-2029 itu.

Disisi lain, Ratu Wulla Talu apresiasi Pemerintah Desa Gollu Sapi yang sudah menurunkan angka stunting. Hal itu disebitnya sebagai keseriusan pemerintah desa dalam membantu pemerintah daerah hingga pusat dalam melawan stunting.

“Terimakasih ibu Penjabat yang sudah bekerja keras menurunkan angka stunting yang di alami oleh 61 anak dan turun menjadi 31 anak,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!