Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ketua PA GMNI SBD: GMNI Lebih Lahir Duluan, Bukan Enderbouw dari PDI Perjuangan

Rian Marviriks Storintt.id
Di Kabupaten Sumba Barat Daya, juga hadir Persatuan Alumni(PA). Ia menegaskan pula, kehadiran alumni bukan untuk mengintervensi arah gerakan anggota aktif atau membawa kepentingan partai politik tertentu.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Ketua Persatuan Alumni(PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Kabupaten Sumba Barat Daya, Marten Roga Ate menepis stigma buruk terhadap organisasi mahasiswa GMNI yang sering diidentikan dengan PDI Perjuangan.

Menurutnya, GMNI sendiri berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya, sedangkan PDIP didirikan pada tanggal 10 Januari 1973 dan diresmikan pada tahun 1999. PDI Perjuangan adalah partai, sementara GMNI adalah organisasi mahasiswa yang berbasis gerakan dan transformasi ideologi.

Baca Juga  Miris, Meliput Aksi Warga Menolak Proyek Geotermal, Pemimpin Redaksi Floresa Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Aparat

Untuk itu, ia menegaskan bahwa isu yang berkembang di tengah masyarakat hanya untuk mematahkan semangat juang mahasiswa yang berdampak pada hilangnya kepercayaan publik.

Alumni Unkriswina Sumba itu tidak menafikan bahwasannya GMNI penganut fanatik pemikiran Bung Karno, tetapi bukan berarti juga fanatik terhadap pemikiran pendiri PDI Perjuangan itu.

Baca Juga  Mahasiswa Pertanyakan Regulasi Tambang Pasir Laut, Kapolres SBD Bilang Salahkan Pejabat yang Sebelumnya

Ia tidak menafikan bahwabanyak alumni besutan GMNI yang bergabung di PDI Perjuangan. Namun, mereka bergabung bukan hanya di partai berlogo kepala banteng saja, melainkan tidak sedikit pula yang berkarir di partai-partai lain.

Tutup
error: Content is protected !!