Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

BKKBN NTT Sosialisasi Penurunan Stunting di SBD, Ratu Wulla; Mama-mama rangkul bapak-bapak untuk lawan

Sosialisasi pencegahan stunting itu meliputi beberapa sasaran. Diantaranya, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, anak usia 0-59 bulan dan keluarga berisiko stunting. (Dokpri Rian Marviriks)

Ia juga meminta supaya keluarga yang sedang mengandung dapat memperhatikan pola makanan yang bergizi demi kesehatan pada anak.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu mengajak semua ibu-ibu untuk berkoloborasi dalam melawan potensi terjadinya stunting dari dini.

“Mama-mama harus rangkul bapak-bapak untuk lawan stunting. Kerja sama itu penting dalam keluarga demi kesejahteraan dan kesehatan keluarga dalam rumah,” pintah Ratu Wulla Talu dihadapan masyarakat Desa Gollu Sapi.

Baca Juga  Paket Rakyat Tiba di SBD, 6 Bendera Partai Politik Berkibar

Menurutnya, perang melawan stunting wajib dilakukan suami istri untuk melahirkan anak yang sehat jasmani.

Selain itu, ia menyebut stunting sangat berbahaya jika tidak diatasi atau dilawan oleh suami istri dari awal. Dampaknya, Sumba Barat Daya akan kekurangan generasi yang berkualitas.

Baca Juga  14 Patung Kuda Segera Dibangun di Alun-Alun Tambolaka, Telan Anggaran Rp420 Juta

“Stunting ini berbahaya kalau tidak di atasi oleh suami istri. Nanti kita akan kekurangan generasi yang berkualitas. Kalau kita tidak siapkan generasi berkualitas makan 10 tahun ke depan kita akan kekurangan generasi penerus,” kata Ratu Wulla Talu yang juga calon Bupati periode 224-2029 itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!