Bupati Belum Tahu Kontribusi Lawadi, GMNI SBD; Untuk Mengamankan Diri, Pembohongan Apa Lagi?
“Saya belum punya angka persennya. Perusahan ini kita baru bentuk. ini dibentuk dengan inovasi keberanian,” tambahnya.
Walau begitu, Bupati SBD mengaku, dengan persoalan yang terjadi di perusahan Lawadi diakuinya memperoleh banyak hal positif.
Hal positif itu kata dia, ketika ada kelompok-kelompok yang melakukan aksi dalam memperhatikan situasi daerah. Dalam hal ini mempertanyakan program kerja perusahan Lawadi SBD.
“Tapi hal yang lain banyak yang positif. Termasuk orang demo juga itu positif. Kenapa? Ada kelompok yang memperhatikan, saya loh memperhatikan yang bagus, positif,” tambahnya.
Menurutnya, jika ada kerugian yang dialami perusahan mungkin dikarenakan oleh catatan sirkulasi keuangan yang tidak benar.
Dengan persoalan itu, Bupati SBD menjelaskan, pemerintah daerah sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahan Lawadi. Hasilnya, orang nomor satu SBD itu mengaku tidak menemukan apa-apa.
“Kami sudah evaluasi. Sudah tiga tahun kita evaluasi. Nanti akan ada kebijakan-kebijakan. Apakah revisi kepemimpinannya dan seterusnya tentu ada acuan-acuan sebagai pedoman yang kita lakukan,” ungkapnya.
Tinggalkan Balasan