Bupati Belum Tahu Kontribusi Lawadi, GMNI SBD; Untuk Mengamankan Diri, Pembohongan Apa Lagi?
“Kami sudah evaluasi. Sudah tiga tahun kita evaluasi. Nanti akan ada kebijakan-kebijakan. Apakah revisi kepemimpinannya dan seterusnya tentu ada acuan-acuan sebagai pedoman yang kita lakukan,” ungkapnya.
“Kami sudah mengevaluasi tiga tahun dan kami tidak menemukan. Bahwa itu ada bahasa di koran, silakan to dan bagaimana ia(direktur-red) mengatakan itu tergantung,” tambahnya lagi.
Dia menuturkan bahwa akan mengganti orang-orang dalam Perusahan Lawadi. Namun perusahan Lawadi SBD tidak akan dibubarkan.
“Dan memang ada aliran dana atau mungkin catatan-catatan sirkulasi keuangan yang tidak benar barangkali. Dan kita tidak mau Lawadi bubar. Orangnya kita ganti tapi Lawadi tetap jalan,” tegasnya.
Sementara proses penentuan pengelolah perusahan Lawadi, Bupati SBD menjelaskan telah melalui berbagai proses atau seleksi.
Dia tidak menduga bahwa akan terjadi persoalan seperti yang terjadi saat ini.
“Dan menetapkan orang juga lewat seleksi. Kita pakai kita punya kemampuan-kemampuan yang ada dalam menentukan orang. Ternyata kita masuk pada cerita seperti yang kita nikmati sekarang ini,” tandasnya.
Akan tetapi, Bupati SBD menyebut perusahan Lawadi SBD hadir sebagai pintu masuk investor. Dan hadir dengan berbagai inovasi
“Tapi bahwa perusahan Lawadi hari ini sebagai pintu masuk investor. Hadir dan ada inovasi-inovasi di sana. Hal-hal lain yang belum, kita dorong,” tutupnya.***
Tinggalkan Balasan