Bupati Ratu Wulla: Pacuan Kuda Merupakan Identitas Budaya yang Perlu Diwariskan
STORINTT – Turnamen pacuan kuda, Camat Bangedo CUP resmi digelar di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, pada Senin(22/06/2026).
Turnamen Camat Bangedo CUP ini dibuka secara langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla.
Penyelenggaraan turnamen ini juga disebut menjadi bagian dari semangat kita dalam memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026.
Bupati Ratu Wulla mengatakan, pacuan kuda merupakan salah satu warisan budaya yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat sumba.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan rakyat, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi penerus.
“Atas nama pemerintah kabupaten sumba barat daya, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada camat kodi bangedo, panitia penyelenggara, pordasi, aparat keamanan, para sponsor, para pemilik kuda, dan seluruh masyarakat yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” kata Bupati Ratu Wulla.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyambut baik pelaksanaan open turnamen pacuan kuda Camat Bangedo CUP ini sebagai wadah untuk melestarikan budaya, mengembangkan olahraga prestasi, mempererat tali persaudaraan masyarakat, sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah.
Ia melihat bahwa kegiatan seperti ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah, kata Bupati Ratu Wulla, akan menghidupkan aktivitas perdagangan masyarakat, membuka peluang usaha bagi umkm, pedagang kecil, jasa transportasi, serta berbagai sektor ekonomi lainnya.
Untuk itu, ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sehingga manfaat kegiatan ini benar-benar dirasakan oleh banyak pihak.
Bupati Ratu Wulla juga mengajak untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan rasa persaudaraan. Ia juga meminta supaya para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menghormati aturan pertandingan dan menjaga nama baik daerah masing-masing.
“Semoga semangat kompetisi yang sehat, persatuan, kerja sama, dan gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini semakin memperkuat komitmen kita untuk membangun kabupaten sumba barat daya yang maju, mandiri, dan sejahtera. Mari kita jadikan pacuan kuda bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, melestarikan budaya sumba, serta memperkenalkan potensi daerah kita kepada masyarakat yang lebih luas,” harapnya lagi.***