Polres SBD Sempat Klaim Ada Titik Terang Kasus Pembunuhan Pada Tahun 2024 di Desa Weepangali: Tahun 2026 Belum Ada Realiasasi
STORINTT – Keseriusan Polres Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur menuai kecaman dari keluarga korban pembunuhan di Desa Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka pada 05 Juni 2024 silam.
Kekecewaan dan kecaman itu disampaikan keluarga korban melalui demo bersama puluhan mahasiswa yang bergabung dalam organisasi Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) cabang Tambolaka, Senin(15/06/2026) di depan gedung Polres Sumba Barat Daya.
Seorang keluarga Korban(Bapak Saudara kandung Almarhum-red), Gregorius Bessu dengan tegas mengatakan bahwa seluruh keluarga merasa kecewa terhadap Polres Sumba Barat Daya atas penanganan kasus pada tahun 2024 yang menyebabkan ayah dari dua orang anak itu meninggal dunia secara sadis.
Menurutnya, setelah peristiwa itu terjadi, ada anggota Polres Sumba Barat Daya yang mendatangi kediamannya dalam menyampaikan hasi sementara penyelidikan.
Menurut anggota itu, kata Gregorius, kasus tersebut ada kaitan dengan persoalan tanah. Mendengar penjelasan itu, keluarga pun merasa bersyukur karena motif dari pembunuhan tersebut semakin mengerucut.